Kamis, 16 April 2026   |   Jum'ah, 28 Syawal 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 7.513
Kemarin : 36.578
Minggu kemarin : 249.242
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Ensiklopedi Melayu

Sompoton

Sompoton merupakan salah satu jenis alat musik tiup khas masyarakat suku Dusun Kadazan. Suku Dusun Kadazan (beberapa menyebutnya dengan Kadazandusun) ini merupakan etnik-grup Melayu yang mendiami satu kawasan di Negara Bagian Sabah, Malaysia, yakni Kampung Tikolod, Tambunan.

Instrumen tradisional ini terbuat dari bahan utama pipa batang bambu dan labu air (korubu) jenis legenaria siceraria, atau orang Malaysia menyebutnya labu botol. Pembuatan instrumen musik ini dilakukan secara bertahap. Lazimnya, orang Kadazandusun memulai pembuatan sompoton dengan membersihkan serta menghaluskan terlebih dahulu beberapa batang bambu, kemudian memotongnya menjadi delapan bagian dengan ukuran tertentu. Kedelapan bagian ini lantas disusun bertumpuk dalam dua lapisan. Tiap lapisan tersebut tersusun oleh empat pipa yang telah diikat dengan tali rotan berwarna kecoklatan. Sementara itu, labu botol dikeringkan dengan cara membersihkan isi buahnya, kemudian dijemur.

Setelah kedua bahan, bambu dan labu kering, tersebut siap, tahap selanjutnya adalah meng-gabungkannya dengan cara menyambung. Untuk itu, labu botol dilubangi dengan ukuran tertentu supaya dua rangkai pipa bambu tersebut dapat disambungkan. Dua rangkai batang bambu yang disusun menjadi dua lapis tersebut difungsikan sebagai pipa nada atau badan sompoton, sedangkan labu botol yang telah kering tadi merupakan kepala dari alat musik ini.

Dalam tradisi masyarakat Dusun Kadazan, sompoton dapat dimainkan secara individu maupun kolektif. Di masa lalu, secara individual, sompoton dimainkan pada malam hari bila seseorang—baik perempuan maupun laki-laki—sedang kasmaran. Tujuannya ialah untuk memikat hati orang yang didambanya. Secara kolektif atau sosial, sompoton ini difungsikan sebagai penyemarak acara-acara adat, seperti pertunangan, kematian, pesta perkawinan, panen padi, upacara peringatan tahun pertama hari lahir anak, ritual religi lokal (yang masih mempraktikkan animisme), serta upacara-upacara adat lainnya. Hingga kini, instrumen musik tiup ini masih dapat dijumpai di Sabah (Malaysia), khususnya di kalangan masyarakat Kadazandusun. Begitu pula dengan fungsi sompoton sebagai sebuah alat musik untuk mendukung aktivitas sosio-kultural di masyarakat tersebut masih berlaku hingga sekarang. 

(khidir marsanto/ensy/01/07-08)

Kredit foto : www.flickr.com