|
Gendang tradisional yang terbuat dari kuningan atau perunggu ini adalah benda yang paling berharga dalam tradisi Suku Abui di Takpala, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Moko, dikenal juga dengan nama makara, diperkirakan sudah ada sejak masa perundagian pada zaman perunggu yang berlangsung antara tahun 1.000 hingga tahun 500 Sebelum Masehi. Selain digunakan untuk mengiringi Tari Lego-Lego yang menjadi tarian khas Suku Abui, moko juga berfungsi sebagai bagian penting dari ritual perkawinan adat Takpala, yakni sebagai mas kawin atau dalam bahasa adat setempat disebut dengan istilah belis. Moko khas Alor tergolong dalam nekara tipe pejeng seperti yang ditemukan di Gianyar, Bali. Bentuk dasarnya lonjong seperti gendang, ada pula yang berbentuk gendang besar. (Iswara NR/ensi/07/11-2009) Daftar Bacaan: Rohmat Haryadi, “Piramida Ilalang dan Jejak Perang”, diunduh tanggal 25 November 2009 dari www.katcenter.info. |