Kamis, 16 April 2026   |   Jum'ah, 28 Syawal 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 2.282
Kemarin : 36.578
Minggu kemarin : 249.242
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Ensiklopedi Melayu

Lembaga Orang Besar Berempat

Lembaga Orang Besar Berempat merupakan institusi dalam pemerintahan Kesultanan Serdang yang digagas oleh Sultan Serdang ke-2 yakni Sultan Ainan Johan Alamsyah (1767 – 1817). Orang-orang yang ditunjuk oleh Sultan Ainan Johan Alamsyah untuk menduduki posisi di Lembaga Orang Besar Berempat mendapat kedudukan dan wewenang sebagai wazir (patih/perdana menteri) yang bertugas untuk mengurusi daerah-daerah taklukan Kesultanan Serdang yang berada di luar wilayah pusat kerajaan. Keempat orang yang dipercaya untuk mengisi formasi Lembaga Orang Besar Berempat Kesultanan Serdang pada masa pemerintahan Sultan Ainan Johan Alamsyah antara lain:

  1. Pangeran Muda, menempati wilayah di Sungai Tuan.
  2. Datok Maha Menteri, menempati wilayah di Araskabu.
  3. Datok Paduka Raja, menempati wilayah di Batangkuis.
  4. Sri Maharaja, menempati wilayah di Ramunia.

Sultan Ainan Johan Alamsyah memperkokoh Lembaga Orang Besar Berempat berdasarkan fenomena alam dan hewan yang melambangkan kekuatan, seperti 4 penjuru mata angin (barat, timur, selatan, dan utara), kokohnya 4 kaki binatang, dan azas Tungku Sejarangan yang berwujud 4 batu penyangga untuk memasak.

Selain itu, Lembaga Orang Besar Berempat juga melambangkan sendi kekeluargaan yang berlaku pada masyarakat Melayu Sumatra Timur yaitu suami, isteri, anak beru (menantu), dan puang (mertua). Dengan demikian, Sultan Ainan Johan Alamsyah sengaja membentuk Lembaga Orang Besar Berempat berdasarkan akar budaya masyarakat Serdang sendiri. Lembaga Orang Besar Berempat inilah yang berperan pula dalam upacara perkawinan maupun perhelatan-perhelatan akbar yang diadakan keluarga besar Kesultanan Serdang.

(Iswara NR/ensi/22/12-2009)

Daftar Bacaan:

  • Tuanku Luckman Sinar Basarshah II. Tanpa tahun. Bangun dan runtuhnya kerajaan Melayu di Sumatera Timur. Medan: Tanpa nama penerbit.
  • Tengku Luckman Sinar. 2007. Sejarah Medan tempo doeloe. Medan: Yayasan Kesultanan Serdang.
  • Tuanku Luckman Sinar Basarshah II. 2003. Kronik mahkota Kesultanan Serdang. Medan: Yandira Agung.