Cakra Donya (Cakra Dunia)
|
|
|
Cakra Donya (Cakra Dunia) adalah nama lonceng bersejarah yang merupakan hadiah dari Laksamana Kekaisaran Tiongkok, Cheng Ho, kepada Raja Samudra Pasai pada abad ke-15 atau kira-kira pada sekitar tahun 1405 Masehi. Pada kurun abad ke-13 sampai abad ke-16, Kesultanan Samudra Pasai di Aceh memang menjadi kerajaan yang memiliki kota dan pelabuhan yang ramai dikunjungi para saudagar dan berhubungan erat dengan kerajaan-kerajaan dari mancanegara, di antaranya dari Tiongkok, India, dan kawasan Timur Tengah. Hal tersebut disebabkan karena posisi Samudra Pasai terletak di jalur sutera yang menghubungkan Tiongkok dengan negeri-negeri di Timur Tengah sehingga para saudagar dari berbagai negeri itu sering menyempatkan singgah ke Pasai terlebih dulu untuk transit sebelum melanjutkan pelayaran dari atau ke Tiongkok, Timur Tengah, atau India. Pada tahun 1524 M, Kesultanan Samudra Pasai kalah perang melawan Kesultanan Aceh Darussalam yang baru saja didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah (1507 – 1530 M). Akibat dari serangan itu, Kesultanan Aceh Darussalam memperoleh banyak harta rampasan dari Kesultanan Samudra Pasai, termasuk lonceng Cakra Donya. Lonceng raksasa yang bersejarah tersebut sampai sekarang masih ada dan disimpan di Museum Banda Aceh. (Iswara NR/ensi/23/12-2009) Daftar Bacaan: - H. Mohammad Said. 1981. Aceh sepanjang abad (Jilid pertama). Medan: PT Percetakan dan Penerbitan Waspada Medan.
|