|
Istilah ini digunakan oleh para musafir dan pengelana dari negeri Tiongkok (Cina) untuk menyebut pulau Sumatra. Chincou dapat diartikan sebagai “Pulau Emas”, seperti misalnya dari tulisan-tulisan dan catatan perjalanan yang disusun oleh I’tsing, seorang pengelana dari Tiongkok. H.M Zainuddin (1981) dalam bukunya yang berjudul Tarikh Aceh dan Nusantara menyebutkan bahwa pemaknaan istlilah “Chincou” oleh para musafir, pengelana, dan kaum pedagang dari Tiongkok tersebut sama dengan pemaknaan untuk menyebut nama Sumatra yang digunakan oleh Kertanegara. Raja Singasari ini. menyebut Sumatra dengan nama “Suwarnabhumi”, yang artinya ternyata sama dengan apa yang disebut oleh orang-orang Tiongkok, yakni “Pulau Emas”. Sumber Bacaan: - H.M., Zainuddin, 1961. Tarikh Aceh dan Nusantara. Medan: Pustaka Iskandar Muda.
|