|
Syair terkenal ini adalah salah satu kesusastraan Melayu berbentuk syair, berisi tentang percintaan dan kecemburuan, luas dikenal di Minangkabau sebelah barat sampai Makassar, bahkan Mindanao, Filipina. Syair Bidasari tidak hanya dibacakan, tetapi juga dipertunjukkan di teater, dan amat populer dalam masyarakat Melayu. Diduga syair ini ditulis oleh Muhammad Cing Sa`idullah di Betawi tahun 1825. Syair ini pernah diterbitkan oleh W.R. van Hoevel dalam V.B.G. Deel XIX (1843); kemudian oleh H.C. Klinkert dalam Drie Maleische Gedichten (1886). Syair ini menceritakan tentang seorang putri raja yang dilahirkan ketika dalam pelarian di hutan, tetapi kemudian terpaksa dibuang oleh ibunya dan kemudian dipelihara oleh saudagar kaya. Dia tumbuh menjadi gadis cantik yang kemudian diperistri oleh seorang raja bernama Indrapura. Diceritakan pula, Bidasari akhirnya memaafkan ibunya yang telah membuangnya setelah adiknya mempertemukan antara Bidasari dengan ibunya. Cerita ini berakhir dengan bahagia. |