Senin, 6 Juli 2026   |   Tsulasa', 20 Muharam 1448 H
Pengunjung Online : 1.929
Hari ini : 27.056
Kemarin : 32.542
Minggu kemarin : 251.743
Bulan kemarin : 7.211.288
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Ensiklopedi Melayu

Lamin

Merupakan rumah adat suku Dayak, didirikan menghadap ke arah sungai dengan bentuk dasar bangunan berupa empat persegi panjang, panjangnya dapat mencapai 200 meter sedangkan lebarnya antara 20 hingga 25 meter. Di halaman sekitar Lamin terdapat patung-patung kayu berukuran besar yang merupakan patung persembahan nenek moyang (blang). Lamin berbentuk rumah panggung (memiliki kolong) dengan menggunakan atap bentuk pelana. Tinggi kolong ada yang mencapai 4 meter, sehingga dibutuhkan tangga yang terbuat dari batang pohon yang bisa dipindah-pindah atau dinaik-turunkan untuk mengantisipasi ancaman serangan musuh ataupun binatang buas. Pada awalnya, Lamin dihuni oleh banyak keluarga yang mendiami bilik-bilik (kamar), namun kebiasaan itu sudah semakin memudar di masa sekarang. Bagian depan Lamin merupakan sebuah serambi panjang yang berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan upacara perkawinan, melahirkan, kematian, pesta panen, dan lain sebagainya. Di bagian belakang serambi terdapat deretan bilik-bilik besar, masing-masing dihuni oleh 5 kepala keluarga. Lamin kediaman bangsawan dan kepala adat biasanya penuh dengan hiasan-hiasan atau ukiran-ukiran yang indah mulai dari tiang, dinding hingga puncak atap dan ornamen pada puncak atapnya mencuat hingga 3 atau 4 meter. Dinding Lamin milik bangsawan atau kepala adat terbuat dari papan, sedangkan Lamin milik masyarakat biasa hanya terbuat dari kulit kayu.