Rabu, 26 April 2017   |   Khamis, 29 Rajab 1438 H
Pengunjung Online : 2.689
Hari ini : 6.553
Kemarin : 65.310
Minggu kemarin : 401.091
Bulan kemarin : 5.093.107
Anda pengunjung ke 102.211.170
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Sejarah Melayu

Kerajaan Koying

a:3:{s:3:

1. Sejarah

Diperkirakan, Kerajaan Koying berdiri sekitar abad ke-3 M. Informasi mengenai keberadaannya didasarkan pada catatan yang dibuat oleh K’ang-tai dan Wan-chen dari dinasti Wu (222-280 M). Keberadaan tentang negeri ini juga dimuat dalam ensiklopedi T’ung-tien yang ditulis oleh Tu-yu (375-812 M), kemudian disalin oleh Ma-tu-an-lin dalam ensiklopedi Wen-hsien-t’ung-k’ao.

Dalam catatan tersebut, di negeri Koying digambarkan banyak terdapat gunung berapi, dan kedudukannya berada lima ribu li di timur Chu-po (Tupo). Chu-po merupakan kerajaan yang berdiri sezaman dengan Koying, pusat kerajaan diduga berada di tepi Teluk Wen, sekitar Muara Tebo sekarang. Di utara Koying, digambarkan terdapat gunung berapi, sementara di sebelah selatan terdapat sebuah teluk yang disebut Teluk Wen. Dalam teluk tersebut, terdapat pulau yang bernama Pu-lei. Penduduk Pu-lei berkulit hitam legam, gigi mereka berwarna putih dengan mata yang berwarna merah. Dari identifikasi ini, tampaknya penduduk pulau tersebut termasuk dalam rumpun proto-negrito yang memang lebih dulu menghuni daratan Sumatera.

Orang-orang proto-negrito tersebut melakukan dagang sistem barter dengan para pedagang yang datang. Hasil bumi mereka adalah ayam, babi dan buah-buahan yang mereka tukarkan dengan berbagai benda logam dari para pedagang asing.

Kembali ke Koying, menurut berita Cina, Koying memiliki pelabuhan dan telah memiliki relasi dagang, terutama dengan berbagai daerah di bagian barat Sumatera. Namun, diperkirakan Koying ketika itu belum memiliki relasi langsung dengan Cina. Catata-catatan Cina tersebut didapat dari sumber-sumber India dan Funan (Vietnam).

Penduduk Koying cukup banyak, dengan penghasilan utama mutiara, emas, perak, batu giok, batu kristal dan pinang.

Di mana sebenarnya posisi Koying ini? Jika di atas digambarkan Koying berjarak sekitar lima ribu li dari Chu-po (Tupo; Muara Tebo), maka, diperkirakan posisi Koying berada di sekitar kawasan Bukit Barisan. Sementara pelabuhan yang mereka miliki, kemungkinan hasil dari mengambil alih (menaklukkan) pelabuhan Tupo di Muara Tebo.

Seiring perkembangan sejarah, terjadi proses sedimentasi yang menyebabkan dangkalnya sungai di Muara Tebo. Untuk itu, Koying kemudian memindahkan pelabuhannya ke Muara Tungkal.

2. Silsilah

(Dalam proses pengumpulan data)

3. Periode Pemerintahan

(Dalam proses pengumpulan data)

4. Wilayah Kekuasaan

(Dalam proses pengumpulan data)

5. Struktur Pemerintahan

(Dalam proses pengumpulan data)

6. Kehidupan Sosial Budaya

(Dalam proses pengumpulan data)

Dibaca : 8.657 kali.

Komentar untuk "kerajaan koying"

24 Marc 2011. Raja Habibie Fadhilla Nasution
analisa kebudayaan kerajaan koying sama dengan cerita masyarakat jambi yang berasal dari kab tebo...semoga informasi kerajaan koying dapat terungkap...terimakasih melayu online
09 Marc 2012. Syaiful Dt. Patih Batuah
analisa saya pusat kerajaan koying di kaki gung kerinci diwilayah kerajaan sungai pagu sekarang.sebab sebelum kerajaan sungai pagu penduduk daerah tersebut dihuni oleh manusia berkulit hitam, rambut keriting, gigi putih. daerah tersebut mereka namakan Teluk kualo bandar Lakun.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password