Jumat, 26 Mei 2017   |   Sabtu, 29 Sya'ban 1438 H
Pengunjung Online : 4.917
Hari ini : 17.578
Kemarin : 127.290
Minggu kemarin : 688.898
Bulan kemarin : 5.828.511
Anda pengunjung ke 102.467.741
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Sejarah Melayu

Candi Stano

a:3:{s:3:

Candi Stano ditemukan di daerah Muaro Jambi, lebih kurang 25 km timur laut kota Jambi sekarang. Muaro Jambi merupakan sebuah dusun yang dihuni oleh beberapa ratus kepala keluarga, terletak di tebing Sungai Batanghari. Lokasi candi ini lebih kurang 500 meter dari tebing utara sungai.

Stano merupakan nama yang diberikan oleh masyarakat setempat pada candi tersebut. Dinamakan demikian, karena dalam komplek candi terdapat beberapa buah makam. Menurut legenda masyarakat setempat, makam-makam tersebut merupakan makam para raja. Dalam bahasa setempat, makam raja disebut stano, karena itu, candi ini disebut Candi Stano

Ketinggian bagian bawah (fondamen) candi mencapai 1.75 meter. Di atas fondamen adalah badan candi yang tampak seperti timbunan tanah dan tumpukan batu bata di atasnya. Di atas badan candi tersebut, ada lapisan ketiga yang berukuran 5.5 m x 3.5 m dengan ketinggian 5.08 m. Di tengah bagian ketiga ini, terdapat ruang kosong.

Berkaitan dengan ornamen, ada bagian candi yang dihias, dan ada juga yang dibiarkan kosong tanpa hiasan, seperti bagian tangga. Dari hasil ekskavasi di kompleks candi, ditemukan juga beberapa artefak, seperti arca batu dari batu pasir. Kaki arca yang ditemukan tersebut memakai gelang kaki. Selain arca, juga ditemukan beberapa serpihan tembikar Cina.

Berdasarkan bentuk, diperkirakan candi tersebut merupakan candi Budha yang dibangun sekitar abad ke-9 atau ke-10 M.

Dibaca : 5.690 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password