Jumat, 26 Mei 2017   |   Sabtu, 29 Sya'ban 1438 H
Pengunjung Online : 5.929
Hari ini : 30.828
Kemarin : 127.290
Minggu kemarin : 688.898
Bulan kemarin : 5.828.511
Anda pengunjung ke 102.468.234
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Sejarah Melayu

Masjid Jami Bengkulu

a:3:{s:3:

1. Sejarah Pembangunan

Masjid Jami ini sangat terkenal di Bengkulu karena selalu diasosiasikan dengan Ir. Soekarno, salah seorang proklamator Indonesia, walaupun sebenarnya masjid ini sudah berdiri jauh sebelum kedatangan Soekarno ke Bengkulu. Menurut catatan sejarah, masjid ini awalnya didirikan di daerah kelurahan Kampung Bajak, Bengkulu, dekat lokasi pemakaman Sentot Ali Basya, teman seperjuangan Pangeran Diponegoro. Namun, kemudian masjid ini dipindahkan ke lokasi yang sekarang, Jalan Soeprapto, Bengkulu.

Diperkirakan, Masjid Jami Bengkulu didirikan pada abad ke-18 M, dengan bentuk yang sangat sederhana. Pada tahun 1930, sejarah pergerakan kemerdekaan di Indonesia ditandai oleh banyaknya pengasingan atau pembuangan tokoh-tokoh pergerakan nasional, sebagai akibat kebijakan politik Gubernur Jenderal Belanda saat itu, De Jonge yang lebih reaksioner. Perkumpulan dan rapat sama sekali tidak diperbolehkan, dan bagi yang melanggar, hukumannya adalah pengasingan. Sebagai salah seorang tokoh pergerakan, Soekarno termasuk tokoh yang ditangkap dan diasingkan Belanda karena melakukan rapat di Bandung pada tahun 1930. Pada awalnya, ia diasingkan ke Ende, Flores, tapi kemudian dipindahkan ke Bengkulu sekitar tahun 1938. Inilah awal persentuhan Soekarno dengan masjid tua ini.

Selama menjalani masa pengasingan di Bengkulu, Soekarno memanfaatkan waktunya dengan mengajar di sekolah Muhammadiyah Bengkulu. Sebagai seorang insinyur sipil, ia juga berinisitaif untuk merenovasi masjid tua yang sudah bocor dan sering becek pada musim hujan. Menurut masyarakat setempat, renovasi masjid ini didanai secara swadaya oleh masyarakat. Bahan material bangunan diambil dari desa Air Dingin, Rejang Lebong, Bengkulu Utara.

2. Lokasi

Masjid Jami Bengkulu terletak di Jalan Soeprapto, Bengkulu, Indonesia.

3. Luas

Luas bangunan utama masjid ini 14,65x14,65 m, sedangkan luas serambinya adalah 11,46x7,58 m.

4. Arsitektur

Ketika pertama kali dibangun, Masjid Jami ini hanya menggunakan konstruksi kayu beratap rumbia. Konstruksi bahan masjid dari material yang cepat lapuk tersebut menyebabkan masjid juga cepat mengalami pelapukan, sehingga sering bocor dan becek pada musim hujan. Bangunan masjid yang ada sekarang merupakan hasil rancangan Soekarno, dengan mengubah beberapa bagian bangunan masjid. Bagian yang dipertahankan adalah dinding dan lantai. Tapi dinding tersebut ditinggikan lagi 2 meter dan lantainya 30 cm, sehingga lebih tinggi dari sebelumnya. Sedangkan bagian yang dirancang ulang oleh Soekarno adalah atap dan tiang masjid. Atap masjid rancangan baru ini berbentuk tiga lapis yang melambangkan iman, Islam dan ihsan. Masjid ini juga dihiasi dengan ukiran ayat al-Quran dan pahatan berbentuk sulur dengan cat warna kuning emas gading.

Bangunan masjid terdiri dari tiga bagian: ruang utama untuk shalat, serambi masjid dan tempat berwudu. Bangunan utama berukuran 14,65x14,65 meter, dilengkapi dengan tiga buah pintu masuk. Di dalam bangunan utama tersebut, terdapat mihrab berukuran lebar 1,60 meter dan panjang 2,50 meter. Pada sebelah kanan mihrab, juga terdapat mimbar dengan corak Istanbul. Pada bagian atapnya terdapat dua buah kubah dari seng aluminium. Untuk naik ke atas mimbar, terdapat empat buah anak tangga.

Di luar bangunan utama, terdapat serambi yang berbentuk persegi panjang dengan ukuran 11,46x7,58 meter. Di luar serambi, terdapat sebuah bedug yang berdiameter 80 cm. Bangunan lainnya yang melengkapi masjid adalah tempat berwudu yang berbentuk persegi panjang, berukuran 8,80x5,55 meter, dengan konstruksi dari batu biasa dan batu karang. Terakhir, sebagaimana masjid-masjid lainnya di Indonesia, Masjid Jami ini juga dilengkapi dengan halaman yang cukup luas. Saat ini, halaman tersebut telah dilengkapi pagar besi dengan pilar dari batu. Pada halaman tersebut, juga terdapat banyak pohon dan tanaman yang rindang dan indah, sehingga udara di sekitar masjid terasa sejuk dan segar.  

5. Perencana

Perencana masjid versi awal tidak diketahui, yang dikenal masyarakat sekarang adalah perencana hasil renovasi, yaitu Ir. Soekarno.

6. Renovasi

Menurut ingatan masyarakat setempat, Masjid Jami ini telah tiga kali direnovasi, namun, catatan lengkap mengenai proses renovasi tersebut belum didapat.

Sumber:

Abdul Baqir Zein. 1999. Masjid-Masjid Bersejarah di Indonesia. Jakarta: Gema Insani Press.

Dibaca : 12.409 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password