Rabu, 26 April 2017   |   Khamis, 29 Rajab 1438 H
Pengunjung Online : 717
Hari ini : 1.347
Kemarin : 65.310
Minggu kemarin : 401.091
Bulan kemarin : 5.093.107
Anda pengunjung ke 102.210.103
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Sejarah Melayu

Candi Agung

a:3:{s:3:

Candi Agung terletak lima meter di atas permukaan laut, tepatnya di Desa Sungai Malang, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Candi ini diperkirakan telah dipengaruhi oleh agama Hindu Syiwa karena merupakan peninggalan Kerajaan Negaradipa yang berdiri pada tahun 1438 dan keberadaannya sezaman dengan Kerajaan Majapahit. Situs candi ini merupakan jejak sejarah Kerajaan Negaradipa. Kerajaan ini merupakan cikal bakal berdirinya Kesultanan Banjar yang pernah berjaya pada abad ke-14.

Candi Agung ditemukan oleh S Muller, seorang bangsa Eropa yang pernah mengunjungi situs-situs purbakala di tiga anak Sungai Barito pada sekitar awal abad ke-19 M. Dengan mendasari penelitiannya pada naskah Hikayat Banjar, Muller menceritakan bahwa ketika Ampu Jatmika (sebagai pendirinya) menyusuri Sungai Mahariban ke wilayah yang lebih ke hulu lagi hingga akhirnya ia menemukan tempat yang dinamakam Candi Agung. Hanya saja, hikayat tersebut tidak menyebutkan di mana lokasi candi tersebut sekarang ini. Selain bukti sejarah itu tidak ada bukti lain yang dapat dijadikan sumber sejarah Candi Agung. Kronik Cina Dinasti T‘ang (618-906 M) hingga Dinasti Ming (1368-1643 M) hanya menyebut adanya daerah yang disebut Bandjermasin, tidak ada nama Candi Agung.

Candi Agung diperkirakan berdiri sejak 740 tahun yang lalu. Balai Arkeologi Banjarmasin meneliti kembali hasil temuan S Muller tersebut pada tahun 1997. Penelitian menggunakan metode pertanggalan radiocarbon (C14), yakni suatu metode khusus untuk menentukan usia situs berdasarkan sample. Hasil penelitian yang dikeluarkan pada tahun 1998 dalam bentuk Berita Penelitian Arkeologi (BPA) menunjukkan bahwa Candi Agung berdiri pada tahun 728 M atau awal abad 8 M. Hasil penelitian ini justru berbeda dengan yang tertulis dalam Hikayat Banjar. Artinya relatif lebih tua dibandingkan perkiraan sebelumnya (sekitar awal abad ke-9)

Bahan material candi didominasi oleh batu dan kayu. Konstruksi candi ini menggunakan tiang pancang ulin (atau juga disebut kayu besi) yang teknik pemasangannya biasanya dikenal dengan istilah “kalang sunduk”, yaitu konstruksi rumah panggung yang didirikan di atas sungai atau rawa. Tujuannya adalah agar letak candi dapat disesuaikan dengan kondisi tanah lahan basah yang biasanya bisa terendam jika air pasang.

Candi Agung merupakan salah satu obyek wisata yang menarik di Kalimantan Selatan. Banyak pengunjung yang datang ke candi ini dengan tujuan untuk sekedar berekreasi. Namun, tidak sedikit pula dari mereka yang bermasud untuk berziarah karena di dalam area candi juga terdapat makam bersejarah.

(HS/sej/12/9-07)

Sumber :

  • Nurhadi Rangkuti, “Candi di Rawa Kalimantan”, Kompas, 21 September 2005.
  • Banjarmasin Post, 28 Agustus 2006.
  • Media Indonesia Online (www.mediaindo.co.id), 24 Maret 2006.
  • www.seasite.niu.edu
  • www.wisatanet.com.
Kredit foto : id.wikipedia.org
Dibaca : 10.688 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password