Minggu, 19 Februari 2017   |   Isnain, 22 Jum. Awal 1438 H
Pengunjung Online : 1.943
Hari ini : 15.650
Kemarin : 31.517
Minggu kemarin : 215.672
Bulan kemarin : 4.156.978
Anda pengunjung ke 101.761.654
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Sejarah Melayu

Candi Bumi Ayu

a:3:{s:3:

Candi Bumi Ayu merupakan kompleks percandian yang terletak di Desa Bumi Ayu, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatra Selatan, Indonesia. Dari Muara Enim jaraknya berkisar 85 km. Di kompleks percandian Bumi Ayu ini telah ditemukan tidak kurang dari 9 candi, 4 di antaranya telah dipugar, yaitu Candi I, Candi 2, Candi 3, dan Candi 8. Hingga kini, secara keseluruhan kompleks percandian ini masih dalam proses pemugaran dan pengkajian oleh Tim Pengkajian Peninggalan Purbakala Provinsi Sumatra Selatan.

Luas kompleks percandian ini adalah 110 Ha (data lain menyebutkan 75,56 Ha), yang dibatasi dengan tujuh buah sungai parit. Penemuan kompleks percandian ini bermula dari ditemukannya enam reruntuhan bangunan bata di tepian Sungai Lematang, cabang dari Sungai Musi, tepatnya di Desa Bumi Ayu. Penemuan ini dilaporkan oleh Tombrink pada tahun 1864 M. Penemuan ini mulai diperhatikan sebagai obyek penelitian arkeologis pada tahun 1973, 1976, dan 1990-an. Namun demikian, penelitian secara intensif baru dilakukan pada tahun 1991 hingga sekarang, termasuk dalam hal pemugaran seluruh bangunannya.


Tempat penggalian Candi Bumi Ayu

Bangunan Candi I yang selesai dipugar berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 10,21 x 10,47 meter. Ditemukan ada lima buah arca dari reruntuhan bangunan Candi I, yaitu Agastya, Siwa Mahadewa, Arca Gajasimha, Arca Nandi, dan dua buah arca tokoh tanpa atribut kedewaan. Tangga naik ke candi ini berada di sisi timur. Di sisi kanan dan kiri tangga ini terdapat hiasan berupa kereta yang ditarik oleh seekor singa. Di depan tangga ini terdapat sisa bangunan yang disebut sebagai regol (pavilium).

Sementara itu, bangunan Candi 3 berdenah segi delapan yang berdiri di atas kaki-kaki bangunan yang berdenah bujur sangkar. Bangunan candi ini terdiri dari satu buah candi induk dan tiga buah candi perwara. Keempat bangunan tersebut diletakkan di sisi timur, utara, dan selatan. Jika tangga naik dijadikan pusat arah, candi ini menghadap ke arah timur laut. Dari reruntuhan bangunan Candi 3 ditemukan sejumlah fragmen, seperti kepala arca yang berwajah raksasa (ugra), arca perempuan yang sedang memegang ular, arca perempuan yang mengenakan kalung berupa untaian tengkorak, dan arca-arca binatang.

Berdasarkan bentuk-bentuk bangunan yang ditemukan, maka dapat diperkirakan bahwa Candi Bumi Ayu ini awalnya mengandung nilai-nilai keagamaan Hindu (Siwa), tepatnya pada abad 9-10 Masehi. Pada abad 10-12 M, mulai masuk aliran Tantrisme (ajaran dalam agama Hindu dan Buddha yang mengandung mistik dan magi), yang ditandai dengan adanya bukti tulisan pada lempengan emas. Rupanya, Tantrisme makin berkembang pada abad 13 M, yang ditandai dengan adanya Arca Camundi dan sebuah arca singa yang sedang menarik kereta. Umumnya, aliran ini berasal dari India dan Singasari. (HS/sej/43/04-08).

Informasi lain tentang Candi Bumi Ayu bisa dibaca di sini.

Kredit foto :

  • www.ina.go.id
  • ikmsd.multiply.com
Dibaca : 13.437 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password