Senin, 18 Desember 2017   |   Tsulasa', 29 Rab. Awal 1439 H
Pengunjung Online : 6.010
Hari ini : 52.212
Kemarin : 63.120
Minggu kemarin : 304.443
Bulan kemarin : 5.609.877
Anda pengunjung ke 103.991.341
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Sastra Melayu

Pantun Kepandiran dan Kegagapan Diri

Pantun ini menggambarkan seseorang yang yang ditertawakan oleh orang lain. Jenis pantun jenaka ini tak hanya menimbulkan rasa jenaka, tapi juga untuk menghibur diri, penghilang stres dan melipur terhadap kekurangan yang ada pada diri sendiri.

  001. Anak buntal tergapai-gapai
Bila pasang berhanyut-hanyut
Awak bebal memandai-mandai
Ditanya orang terkentut-kentut

002.Anak tiung barukan besar
Mencoba terbang campak ke tanah
Awak bingung mengaku pintar
Ditanya orang pesaknya basah

003.Anak kancil diluru tupai
Lumpuh kaki jalan merangkak
Awak degil mengaku lebai
Disuruh mengaji nafaspun sesak

004.Anak cercap jatuh ke kali
Dibawa arus mati terbuntang
Awak gagap disuruh mengaji
Membaca sebaris haripun petang

005.Anak lembu duduk menangis
Ditendang kambing campak kelumpur
Awak bisu duduk di majelis
Orang berunding awak mendengkur 

006.Anak kuda tegak meringkik
Kaki belakangnya kena bisul
Awak buta berlagak celik
Tahi dipegang dikira dodol

007.Anak tempua baru keluar
Disengat lebah meracau-racau
Awak lah tua nafsu berkobar
Melihat betina tergagau-gagau

008.Bagaimana lutung takkan berang
Hendak ke hilir ditahan kera
Bagaimana hidung takkan kembang
Awak pandir dijadikan ketua

009.Bagaimana lutung takkan berang
Anak ditinggal jatuh berdebin
Bagaimana hidung takkan kembang
Awak bebal menjadi pemimpin
Dibaca : 24.350 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password