Kamis, 24 Agustus 2017   |   Jum'ah, 1 Dzulhijah 1438 H
Pengunjung Online : 4.696
Hari ini : 40.664
Kemarin : 74.347
Minggu kemarin : 334.268
Bulan kemarin : 10.532.438
Anda pengunjung ke 103.046.682
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Sastra Melayu

Pantun Kelakar Terhadap Suami

Suami yang dijadikan objek dalam pantun jenaka adalah suami yang tua, bergigi ompong, berbadan bongkok, pikun atau berperut buncit. Suami yang takut menghadapi isteri dan mertua. Suami pencemburu; suami yang mempunyai isteri baru; suami pemalas; hingga suami yang suka mabuk-mabukkan.

  001. Ada malangnya membeli gula
Gula lekas dikerumuni semut
Ada malangnya berlaki tua
Bekerja keras nafaspun sempot

002.Ada malangnya membeli itik
Dipagar luas susah menetas
Ada malangnya berlaki pendek
Dikejar di atas di bawah lepas

003.Dari kapal meniti batang
Salah bawa jatuh berdebuk
Laki gatal binipun miang
Mertua gila anakpun mabuk

004.Mengapa kaki jadi melepuh
Kaki terinjak kebara panas
Mengapa laki lari menjauh
Bininya galak mertua ganas

005.Ada untungnya membeli suluh
Dapat menjadi penyuluh rumah
Ada untungnya berlaki lumpuh
Diumpat bini selalu mengalah

006.Ada untungnya membeli terung
Walau direndam tidakkan tengit
Ada untungnya berlaki ompong
Walau geram tak dapat menggigit

007.Mengapa jalan menjadi miring
Karena kakinya sebelah bengkak
Mengapa badan jadi meranting
Karena lakinya suka merangkak

008.Mengapa main berlalai-lalai
Karena hari menjelang senja
Mengapa kain terburai-burai
Karena lakinya pulang ke janda

009.Mengapa hari tak mau terang
Kabut tebal setiap paginya
Mengapa laki tak mau pulang
Takut disambal oleh bininya

010.Ada untungnya membeli gula
Sekali rasa bagaikan madu
Ada untungnya berlaki tua
Bini dimanja tidur dipangku

011.Bagaimana kumbang tidakkan risau
Bunga di tanjung mati semua                
Bagaimana bujang tidak merantau
Dara di kampung berlaki tua

012.Bagaimana babi tidak mengaruk
Hutan tumbang dilapah badak
Bagaimana laki tidak merajuk
Jangankan ditimang disapa tidak

013.Bagaimana khatib takkan marah
Hari jumat pergi berburu
Bagaimana aib takkan terdedah
Laki jahat bini pencemburu   

014.Bukan buah sebarang buah
Buah kemiri pelezat sayur
Bukan tua sebarang tua
Tua lelaki urat tak kendur

015.Celik bukan sebarang celik
Celik hati mengaji tahu
Cerdik bukan sebarang cerdik
Cerdik laki berbini baru

016.Dari laut pergi ke darat
Jalan lecah masuk ke lumpur
Laki pencarut bini pengumpat
Pinggan pecah mangkuk bertabur

017.Hari gelap hatipun risau
Duduk diam masuk kelambu
Laki berkurap bini berpanau
Siang malam duduk bergaru

018.Hari cerah mencari manggis
Hari buruk bawa berundur
Laki pemarah bini pembengis
Berhenti beramuk ketika tidur

019.Hari panas pergi ke hutan
Terlanda semut duduk meracau
Laki pemalas bini penyegan
Tangga berlumut periuk berlangau

020.Hari buruk berhenti mencari
Hendak berbual tiada pandai
Laki pemabuk bini penjudi
Anak terjual rumah tergadai

021.Hari petang nasi ditanak
Duduk bersama bersenang-senang
Laki pemberang bini pembengak
Periuk belanga terbang melayang

022.Hiruk pikuk Kucing di dapur
Berebut panggang dengan tikus
Awak lah bungkuk matapun kabur
Berlaki bujang cepatlah mampus

023.Mengapa kakinya menjadi bengkok
Terpijak jarum bengkak jadinya                    
Mengapa bininya menjadi mabuk
Tak tahan mencium ketiak lakinya

024.Nyaman sungguh orang menumbuk
Dapat padi muka berminyak
Badan berpeluh tulangpun remuk
Dapat laki berselera badak

025.Perahu Arab berjaja malau
Singgah ke Daik membeli lada
Bahu berkurap dada berpanau
Nasibnya baik berlaki buta

026.Piring kaca tercampak hancur
Tidak hancur pastilah remuk 
Pening kepala tak nyenyak tidur
Hendak tidur laki merajuk

027.Sabit bukan sebarang sabit
Sabit dapat pengganti pisau
Sakit bukan sebarang sakit
Sakit melihat laki merayau

028.Sarang bukan sebarang sarang
Sarang berisi anak merbah
Sayang bukan sebarang sayang
Sayang ke laki anak mengalah

029.Jauh berjalan payahlah kaki
Penatlah betis letak anggota
Jodoh idaman sudah berlaki
Hendak menangis awak lah tua

030.Sungguh beruntung membeli kolek
Dapat berkayuh ke sana sini
Sungguh beruntung lelaki pendek
Dapat berteduh di dada bini

031.Tumbuh betung ditepi pantai
Pantainya tempat berburu tidak
Sungguh untung laki bermisai
Misainya dapat menyapu ketiak

032.Tumbuh betung di tepi tasik
Kalau tasik banyak buntalnya
Sungguh untung berlaki pendek
Walau pendek banyak akalnya

033.Tumbuh betung di tepi kolam
Kolamnya elok airnya bening
Sungguh untung berlaki hitam
Hitamnya elok menjaga maling

034.Tumbuh betung di tepi pagar
Di tepi pagar kain terhampai
Sungguh untung laki penyabar
Laki penyabar mainnya usai

035.Tumbuh betung di tepi sumur
Di tepi sumur kera tak nampak
Sungguh untung laki penidur
Laki penidur kerja tak banyak

036.Tumbuh betung di tepi parit
Di tepi parit menjadi semak
Sungguh untung berlaki pelit
Laki pelit tak susah memasak

037.Tumbuh betung berdiri lurus
Batang lurus senang dikerat
Sungguh untung berlaki kurus
Orang kurus senang memanjat

038.Tumbuh betung ditepi paya
Walaupun lebat mudah ditebang
Sungguh untung lelaki kaya
Walaupun jahat mertua sayang

039.Tumbuh betung di tepi belat  
Hendak ditebang sukar diganti
Sungguh untuk laki berpangkat
Banyak orang mengantar upeti

040.Tumbuh betung di tepi belat  
Hendak ditebang sukar diganti
Sungguh untuk laki berpangkat
Banyak orang mengantar upeti

041.Tumpuh talang di tepi bukit
Kalau rebah semua tercabutp
Sungguh malang berlaki buncit
Kalau menimpa nyawa ke buntut

042.Tumbuh betung di tepi gubuk
Hendak ditebas dikait onak
Sungguh untung berlaki datuk
Kehendak lepas duitpun banyak

043.Untuk apa pergi petang
Supaya pulang subuh-subuh     
Untuk apa berlaki bujang
Supaya senang disuruh-suruh

044.Untuk apa membeli kuda
Kaki kuda pandai melompat
Untuk apa berlaki tua
Laki tua pandai memanjat

045.Untuk apa mencari manggis
Untuk dimakan isinya sedap
Untuk apa membeli keris
Untuk menjaga laki menyelap

046.Ujung tiang berbaji dua
Satu di atas satu di bawah
Untung malang berlaki tua
Layu di atas layu di bawah

047.Ujung tiang diikat besi
Supaya tidak dimakan rayap
Untung malang mendapat laki
Telinga pekak badan berkurap

048.Ubah bukan sebarang ubah
Merubah kaji dalamkan ilmu
Upah bukan sebarang upah
Mengupah laki dalam kelambu

049.Walaupun kaki terasa kejang
Karena petang berebut pergi
Walaupun laki sudah membujang
Karena sayang dijemput lagi

050.Wangilah bunga sedap malam
Banyak kumbang ikut menyeri
Laki lah tua merayap malam
Hendak ditendang takut mati

051.Wangilah bau durian masak
Ditaruh pula di ceruk dinding 
Hati lah malu berlakikan budak
Disuruh pula duduk bersanding

052.Waktu menteri berdagang nasi
Orang dalam berjaja beras
Sayulah hati memandang laki
Siang dan malam bekerja keras

053.Yakin membeli takkan merugi
Begitu kata orang dahulu
Lenjinlah bini diperbudak laki
Mau berbantah mulutnya bisu

054.Yang naik terus ke atas
Pergi untuk melapangkan dada
Orang baik tulus dan ikhlas
Laki bungkuk ditimangnya juga

055.Zaman kini zaman kemajuan
Manusia banyak ilmunya
Dengan laki jangan melawan
Supaya tidak dimadukannya

056.Yang berbudi kita muliakan
Supaya terbalas budi baiknya
Tunangan berlaki kita doakan
Supaya lekas dicerai lakinya

057.Zaman kini dunia terbalik
Bertukar faham sudah biasa
Dengan laki bersangka baik
Keluar malam biarkan saja

058.Zaman kini zamannya ilmu
Umat terbilang karena ilmunya
Dengan laki janganlah ragu
Lambat pulang tarik seluarnya

059.Zaman Katak di bawah tempurung
Langit tinggi dipandang rendah
Fikiran kemak laki pun pesong
Setiap hari terang berbantah

060.Bagaimana main hendak selesai
Beruk menari makin menggila
Bagaimana kain tidak terburai
Menengok laki bermain muda

061.Api siapa di ladang itu
Api orang memeram labu
Laki siapa yang miang itu
Pagi petang dalam kelambu

062.Waktu menteri berjaja udang
Habislah basah kaki celana 
Pilulah hati pemuda lajang
Gadisnya sudah berlaki tua

063.Walaupun unta sudah mabuk
Diusik babi minum juga
Walaupun mata sudah kantuk
Direngek laki bangun juga

064.Ujung bukan sebarang ujung
Ujung belati dapat dicabut
Untung bukan sebarang untung
Untung berlaki dapat selimut

065.Untuk apa berpagar rapat
Supaya tidak dimasuki babi
Untuk apa belajar silat
Supaya tidak dibodohi laki

066.Tumbuh talang menjadi rebung
Diberak kucing tiada berguna
Sungguh malang berlaki bingung
Diajak berunding mulut menganga  

067.Tumbuh betung di tepi rakit
Walaupun bengkok dicari orang
Sungguh untung lelaki berduit
Walau lah bungkuk bininya sayang

068.Tumbuh betung di tepi paya
Tepi bersemak payapun luas
Sungguh untung lelaki kaya
Bini banyak selerapun lepas

069.Tumbuh betung di tepi busut
Busut dapat jadi peranginan
Sungguh untung berlaki burut
Burutnya dapat jadi mainan

070.Sungguh bertuah kuali tembuk
Banyak diisi takkan melimpah
Sungguh bertuah berlaki gemuk
Diajak berkelahi tegakpun susah

071.Tali ayam sangkut berbelit
Sangkut ke pagar kendur talinya
Hari malam perut melilit
Takut mendengar dengkur lakinya 

072.Tali kekang jatuh ke tanah
Larilah kuda lintang pukang
Hati bimbang peluh menyimbah
Lakinya sudah main belakang

073.Jalan darat membawa pupuk
Terpijak telur kaki berkubang
Badan penat mata mengantuk
Hendak tidur laki meradang

074.Lalat buta terbangnya pagi
Makan benalu sampai kenyang
Beratlah mata memandang laki
Badan berbulu bagai siamang

075.Sayang Pak Tua mulutnya ompomg
Hendak mengunyah gusi berdarah
Sayanglah dara perutnya gembung
Hendak berlaki kan serba salah
Dibaca : 24.257 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password