Jumat, 26 Mei 2017   |   Sabtu, 29 Sya'ban 1438 H
Pengunjung Online : 11.784
Hari ini : 109.139
Kemarin : 92.738
Minggu kemarin : 688.898
Bulan kemarin : 5.828.511
Anda pengunjung ke 102.465.194
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Sastra Melayu

Pantun Saling Berjanji

Pantun saling berjanji ini menunjukkan bentuk sumpah saling setia, tidak akan saling meninggalkan satu sama lain, bahkan berjanji untuk bertemu kembali di kehidupan akhirat.

  001. Tanam melati di ruma-ruma
Ubur-ubur sampingan dua
Kalau mati kita kita bersama
Satu kubur kita berdua
  002. Ubur-ubur sampingan dua
Tanam melati bersusun tangkai
Satu kubur kita berdua
Kalau boleh bersusun bangkai

003.Tanam melati bersusun tangkai
Tanam padi satu-persatu
Kalau boleh bersusun bangkai
Daging hancur menjadi satu

004.Tanam padi satu-persatu
Anak lintah dalam dunia
Daging hancur menjadi satu
Tandanya cinta dalam dunia

005.Jika roboh kota Melaka
Papan di Jawa saya tegakkan
Jika sungguh Kanda berkata
Badan dan nyawa saya serahkan

006.Ikan dilaut asam di darat
Dalam kuali bertemu jua
Hati terpaut janji diikat
atas pelamin bertemu jua

007.Amat garang datuk Bentara
Musuh melanggar habis dibenam
Dulu seorang kini berdua
Hidup bersama susah dan senang

008.

Dengarlah ini ayah berpesan
Anak menantu, ayah ingatkan
Berkasih saying sesame insan
Jangan cepat menjadi bosan

Berikut ini kutipan Berbalas Pantun antara Marakermah (M) dengan Puteri Caya Chairani (P):


009.M: Dari Banten ke Tanjung kandis
Berlayar ditumbang angin utara
Lagi berhadapan mulutnya manis
Balik belakang lain bicara

010.P: Ambil puan dari Marinda
Pandan di Jawa saya rebahkan
Jika tuan membawa adinda
Badan dan nyawa saya serahkan

011.M: Ambil puan di atas batu
Hendak berlayar ke benua Jawa
Jika tuan berkata begitu
Esok hari Kakanda bawa

012.P: Anak belida memakan kanji
Pandan di Jawa diranggungkan
Jika Kakanda mungkirkan janji
Badan dan nyawa menanggungkan

013.M: Terang bulan terang ke paya
Raja Mesir bertenun kain
Tuan dipandang bertambah caya
Rasaku tidak pada yang lain

014.P: Aci-aci ke Bangkahulu
Seri padaku panglimanya
Jika kasih sabar dahulu
Nantikan saja ketikanya










Dibaca : 26.344 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password