Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
18 april 2007 05:46
Syamsul Arifin Ingatkan Khittah Masyarakat Melayu Menjunjung Tinggi Persaudaraan
Medan - Ketua Umum Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PB-MABMI) H Syamsul Arifin SE Gelar Datuk Lilawangsa Sri Hidayatullah mengingatkan seluruh masyarakat Melayu, khususnya di Sumut, jangan sampai terjebak dalam polemik yang bersifat subjektif, apalagi sampai terkotak-kotak dalam suasana yang mengganggu ukhuwah Islamiyah, hanya karena menyikapi proses menjelang pencalonan Gubernur Sumatera Utara periode 2008 – 2013.
“Kita saat ini tidak usah `ribut` apalagi berselisih faham hanya gara-gara perkara calon Gubernur Sumatera Utara yang proses pencalonannya masih lama dan prosesnya masih cukup panjang. Lagipula, soal ini sudah ada mekanismenya. Nanti partai-partai yang akan mengajukan calon, lalu rakyat yang akan memilih secara langsung,” ujar Syamsul Arifin yang juga Bupati Langkat periode kedua, Minggu (15/4) di Hotel Garuda Plaza Medan.
Berbicara di hadapan ratusan hadirin pada acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw yang digelar Himpunan Masyarakat Melayu Pesisir (HMMP) Tapanuli Tengah Sibolga dan Aceh Singkil, Syamsul Arifin yang mantan Ketua KNPI Sumut ini juga mengingatkan masyarakat Melayu agar tetap arif dan bijaksana menyikapi setiap fenomena aktual saat ini, sejalan iklim politik menjelang suasana pemilihan Gubernur Sumatera Utara pertengahan tahun depan.
“Yang jelas, kita hendaklah tetap arif dan bijaksana, sebab MABMI bukan organisasi politik dan tidak perlu terjebak dalam polemik menjelang pencalonan Gubernur Sumatera Utara. Yang penting, mari terus kita bina persaudaraan yang dilandasi ukhuwah Islamiyah, dan saya termasuk orang yang paling hobby menjalin ukhuwah,” ujar Syamsul di hadapan Ketua HMMP Tapanuli Tengah Sibolga Drs H Makmur Saleh Pasaribu, Wakil Bupati Aceh Singkil – NAD, sejumlah pejabat sipil dan militer serta undangan lainnya.
H Syamsul Arifin yang mengaku gembira dan mendukung terbentuknya Himpunan Masyarakat Melayu Pesisir Tapteng Sibolga ini juga memaparkan panjang lebar tentang potensi dan kekuatan masa depan masyarakat Melayu, bukan hanya di nusantara, bahkan di mancanegara. Dalam hal ini, dia mengajak masyarakat Melayu tetap pada `Khittah”-nya, yakni masyarakat yang tetap menjunjung tinggi persaudaraan dan ukhuwah Islamiyah.
Dia mengingatkan seluruh masyarakat Melayu tetap berpandangan positif dalam menyikapi setiap fenomena yang ada termasuk dalam menyikapi suasana menjelang pencalonan Gubernur Sumatera Utara. Hindari rasa saling curiga, saling menjelekkan, saling menggunjingkan, apalagi saling membuka aib di depan umum. “Kita harus tetap pada tekad kita yakni membangun suasana religius dan ukhuwah Islamiyah,” ujarnya.
Dia mengisyaratkan agar kita jangan sekali-sekali melupakan apa sebenarnya yang menjadi pijakan kita dalam hubungan sesama atau dalam membangun sebuah persahabatan yang hakiki, yakni nilai-nilai persaudaraan yang dilandasi ukhuwah. Persaudaraan yang dimaksud adalah persaudaraan yang didalamnya akan terbangun suasana kondusif yang dapat menyelamatkan dan menyokong tumbuh suburnya potensi kebaikan yang ada di dalam diri manusia.
Oleh karena itu, lanjutnya, hati tulus dan ikhlas hendaklah terus kita pupuk dalam persaudaraan yang kita bina. Sebab, orang-orang yang tulus memiliki karakter yang lurus dan tak segan menebar nilai kasih sayang kepada sekitarnya. Tidak menjatuhkan, tidak menjebak apalagi menyesatkan ke jurang petaka. Persaudaraan dan nilai ukhuwah ini sangat baik untuk menghiasi pembentukan kepribadian kita. “Yakinlah, terus menebar ukhuwah, pasti untung dunia dan akhirat,” ujarnya.
Ketua HMMP Tapanuli Tengah Sibolga Drs H Makmur Saleh Pasaribu yang mantan Kepala Direktorat Pembangunan Desa (Kaditbangdes) Propinsi Sumut dan mantan Kepala Dinas Pendidikan Sumut kepada wartawan menjelaskan kehadiran Pengurus Besar MABMI H Syamsul Arifin SE pada acara ini dimaksudkan untuk memberikan wejangan tentang posisi masyarakat Melayu sekarang dan ke depan di Indonesia maupun di mancanegara.
Pembicara pada Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW ini, KH Drs Amiruddin MSi, juga antara lain memaparkan pentingnya umat Islam untuk terus membangun ukhuwah Islamiyah yang merupakan salah satu ajaran dan kekuatan dari umat Islam. Ukhuwah Islamiyah akan membentuk persaudaraan yang hakiki sehingga terbina persatuan dan kesatuan serta hubungan hamonis di masyarakat, guna memantapkan kondisi yang kondusif.
Sumber:
Harian Sinar Indonesia Baru (dengan pengolahan seperlunya)