Close
 
Kamis, 21 Agustus 2014   |   Jum'ah, 24 Syawal 1435 H
Pengunjung Online : 769
Hari ini : 2.610
Kemarin : 21.774
Minggu kemarin : 178.124
Bulan kemarin : 420.919
Anda pengunjung ke 97.036.880
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

20 agustus 2007 04:47

Susilo Bambang Yudhoyono Kaget Dengan Uniknya Tari Barito Timur

Susilo Bambang Yudhoyono Kaget Dengan Uniknya Tari Barito Timur

Tarian Kesatria Dayak, salah satu tari daerah Kalimantan Tengah

Jakarta- Tim Kesenian Massal Kalteng yang tampil di halaman Istana Negara Jakarta, Jum’at sore kemarin, berhasil memukau ribuan undangan. Tarian dari paduan tiga kabupaten ini beraksi selama 15 menit di halaman seluas 50 x 50 meter itu.

Tarian Kalteng juga mengundang ekspresi kagum Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ny Ani Yudhoyono khususnya kala melihat gerakan “akrobat” penari Kabupaten Barito Timur (Bartim) yang menaruh kaki di belakang kepala. Undangan memberikan aplaus panjang saat tim Kalteng mengakhiri tarian dibanding kelompok tarian yang hadir di Istana Negara.

Tim Kalteng (Kalteng) merupakan satu-satunya kelompok tari asal luar Pulau Jawa yang tampil sebelum penurunan bendera Sang Saka Merah Putih sekitar pukul 17.15 WIB. Sebanyak 100 penari menampilkan satu tarian perpaduan tiga Kabupaten yakni Kapuas, Katingan dan Bartim. Tim Kapuas menampilkan Tari Tasai, Katingan Tari Ganggareng dan Bartim Iruwang Gunwung Bulat.

Tim Kalimantan Tengah tampil ke dua, setelah tarian Tabuh Bedug dari Provinsi Banten. Setelah tim Kalteng dilanjutkan Tari Jejer Gandrung Banyuwangi Jawa Timur, kemudian Marching Band Semen Gresik Jawa Timur dan terakhir Rampak Kemprung Jawa Tengah.

Koreografer Tim Tari Kalteng Drs Kardinal mengungkapkan, tarian yang ditampilkan berasal dari tiga sumber penciptaan yakni daerah aliran sungai (DAS) Kapuas, Katingan dan Barito.

“Kita membawa sebanyak 42 penari Bartim, 36 penari Katingan dan 22 penari

Kapuas. Jadi totalnya sebanyak 100 penari. Hasilnya bisa anda lihat sendiri,” ujarnya yang juga menjabat Wakil Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya (Wakadisparsenibud) Provinsi Kalteng.

Tim Kalteng, terang Kardinal, memaikan tempo dinamika, sehingga karakter tarian perpaduan tiga kabupaten ini bisa adaptif. “Saya coba memposisikan diri dengan waktu singkat (seminggu, Red) untuk memadukan tarian ini. Itu saya anggap bukan masalah, tapi sebagai sebuah tantangan yang harus dihadapi,” terang pria bertubuh ramping ini.

Bagi Kalteng, ini merupakan kedua kali dipercaya hadir di moment penting Nasional pada tahun ini. Pertama di Istana Bogor yang dihadiri puluhan istri duta besar (dubes) dan yang kedua di Istana Negara saat perayaan 17 Agustus. “Ini kebanggaan bagi Kalteng dipercaya tampil dua kali di pentas Nasional tahun ini. Semoga pemerintah pusat tetap percaya dan mengundang kita rutin di pentas nasional lainnya,” jelasnya optimis.

Sementara itu, Norma Juwita (16) penari asal Kapuas merasa bangga tampil di Istana Negara Jakarta, apalagi langsung ditonton orang nomor satu di Indonesia. ‘Siapa dak bangga. Ini kesempatan langka seumur hidup yang mungkin tidak akan terulang,” ucap siswi kelas 2 SMUN-2 Kuala Kapuas ini.

Hal senada diungkapkan Nor Adinda (19). Mahasiswi Universitas Achmad Yani (Uvaya) Banjarmasin ini mengaku, sempat gugup saat akan tampil dihadapan ribuan undangan. “Tapi semua bisa berjalan baik,” terang mahasiswa semester tiga ini.

Kaki Melepuh

Beberapa penari Bartim terpaksa mendapat perawatan ringan, setelah kaki mereka melepuh saat tampil dengan kaki telanjang di aspal halaman Istana Negara. Teriknya sinar matahari membuat jalan aspal memanas, sehingga tim Bartim yang berada di posisi depan terpaksa harus “berkorban” kaki berdarah dan punggung melepuh saat menari selama 15 menit tersebut.

“Tidak apa-apa. Kita senang bisa dilihat langsung Pak Presiden. Apalagi beliau kagum melihat tarian kita. Saya melihat ekspresinya kaget saat kita menari dengan mengangkat kaki ke belakang kepala kita pertunjukkan. Saya yakin tarian Bartim ini paling unik dan langka,” ujar Haryono pemimpin tarian tim massal Kalteng.(opa)

Sumber : Kalteng Pos
Kredit foto : www.kalteng.go.id


Dibaca : 5.180 kali.

Tuliskan komentar Anda !