Close
 
Selasa, 19 Mei 2026   |   Arbia', 2 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.803
Hari ini : 23.640
Kemarin : 19.896
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

17 oktober 2009 04:00

Kembangkan Kesenian tradisional

Kembangkan Kesenian tradisional

Berau, Kalimantan Timur - Bupati Berau Makmur HAPK mengaku bangga terhadap perkembangan suku dan budaya yang ada di daerahnya. Berau bisa dikenal dengan sebutan kota budaya atau kota multikultural karena beraneka ragam seni budaya yang ada di tengah masyarakat. Puluhan grup kesenian tradisional berada di Berau mewakili daerah asalnya masing-masing.

Salah satunya kesenian kuda kepang atau kuda lumping asal Jawa Timur (Jatim). Kesenian kuda lumping  cukup lama berkembang di Berau. Bahkan kesenian ini terus berkembang seiring tumbuhnya penduduk asal Jatim yang menetap di Berau melalui program transmigrasi.

Terbukti di Desa Labanan Makarti, Kecamatan Teluk Bayur,  kesenian kuda lumping atau jaranan menjadi salah satu daya pikat bagi kampung yang didominasi suku Jawa tersebut. Seperti halnya yang ditampilkan grup kesenian tradisional Chanda Birawa Labanan, Rabu (14/10) lalu di saksikan Bupati Makmur.

Bahkan Makmur sempat menerima penghargaan belangkon (peci khas Jawa) dan didaulat menabuh gendang untuk mengiringi tari kuda kepang. Makmur mengakui bahwa kuda lumping bukan kesenian asli Berau. Namun sebagai warga Indonesia wajib mempertahankan dan melestarikannya agar tidak diakui oleh negara asing.

“Kita harus belajar dari pengalaman sebagaimana terjadi pada  kesenian reog dan tari pendet yang diakui Malaysia,” ungkapnya.

Berau sebagai salah satu daerah tujuan wisata sangat peduli terhadap pengembangan kesenian tradisional. Terutama dengan terus melestarikan dan menurunkan nilai-nilai seni kepada generasi muda. Salah satu upaya mempertahankan kesenian tradisional adalah dengan sesering mungkin menggelar pentas seni.

Pegelaran seni tak hanya ditampilkan sekadar pagelaran akbar yang dilakukan pemerintah. Namun juga digelar disetiap pesta rakyat, seperti pesta perkawinan, khitanan hingga berbagai kegiatan lainnya.

Pemkab akan melombakan seluruh kesenian tradisional yang ada di Berau pada puncak peringatan HUT Kabupaten Berau, Sabtu (17/10) 2009 mendatang. Perlombaan tersebut sekaligus membuktikan bahwa masyarakat dapat menerima perbedaan dan keanekaragaman budaya. Sementara pemerintah daerah tak pernah mendeskriditkan budaya atau  suku tertentu, sehingga semua budaya dan masyarakat dari berbagai daerah dapat hidup berdampingan dan hidup damai di Bumi Batiwakal. (bm3)

Sumber: http://www.kaltimpost.net
Kredit Foto: http://foto.detik.com


Dibaca : 5.047 kali.

Tuliskan komentar Anda !