Close
 
Selasa, 19 Mei 2026   |   Arbia', 2 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.627
Hari ini : 20.398
Kemarin : 19.896
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

18 april 2007 01:31

Penampilan Tim Kesenian Pekanbaru di PGN-10 Melaka

Tari dan Songket Buat Penonton Bergeming

Melaka - Memperkenalkan kesenian dan hasil kerajinan tradisi Melayu Riau sampai ke manca negara, telah berkali-kali dilakukan Pemko Pekanbaru. Salah satunya, baru-baru ini dipertunjukkan saat pegelaran Pesta Gendang Nusantara (PGN) ke-10 di Melaka.

FANTASTIK dan mempesona. Itulah antara lain kesan yang sempat dipetik oleh Riau Pos, saat menyaksikan penampilan tim kesenian Pekanbaru pada kegiatan PGN ke-10 di Melaka, Sabtu Malam (16/4) lalu. Kesan serupa juga digumamkan oleh sejumlah penonton dari berbagai belahan dunia baik yang menjadi pengiring peserta, maupun mereka yang sengaja datang ke Melaka untuk menyaksikan secara langsung keberagaman tari dan musik yang dipersembahkan oleh utusan dari sejumlah negara dan daerah malam itu.

Tari dan Songket Buat Penonton Bergeming

Bersama dengan sejumlah peserta utusan dari berbagai negara lainnya, tim Kesenian Pekanbaru, tampil dalam pertunjukan yang dipusatkan di depan kantor Majelis Bandaraya Melaka Bersejarah, kawasan Air Keroh, Melaka.

Gemerlap lampu sorot yang dipancarkan dari berbagai sisi yang dipancarkan ke arah panggung, menambah megahnya penampilan tim kesenian Riau binaan Hj Evi Mayroza Herman dan Drs Hirfan Nur selaku koreografer.

Puluhan penari dan pemusik yang disertakan dalam tim Kesenian Pekanbaru, dengan piawainya memainkan peran masing-masing. Pemusik begitu piawai dengan alat musik yang dimainkannya, dan penari dengan lemah gemulai menggerakkan tubuhnya kian membuat penonton jadi terpesona.

Evi Mayroza Herman, menyaksikan secara langsung penampilan penari dan pemain musik yang diseleksi dari pelajar, mahasiswa dan seniman Pekanbaru ini. Bersama Evi Mayroza, penampilan tim Kesenian Pekanbaru pada hari puncak PGN ke-10 ini, disaksikan pula oleh Wali Kota (Wako) Pekanbaru Drs Herman Abdullah MM, dan Wakil Wali Kota Drs Erizal Muluk dan istri, serta sejumlah pejabat Pekanbaru lainnya.

Sejumlah pejabat Pemko ini sengaja hadir untuk memberikan dukungan dan menambah semangat bagi penampilan tim Kesenian Pekanbaru di pentas seni dunia ini.

Keindahan dan kemegahan penampilan dari tim Kesenian Pekanbaru yang membawakan persembahan berjudul `Tari dan Songket Riau Kemilau` ini, semakin diperlihatkan dengan keanggunan penampilan dari busana yang dikenakan para penari. Busana sengaja dibuat dengan mencerminkan tradisi pakaian Melayu Riau yang mencerminkan kesopanan dan kesantunan Melayu Riau.

Penonton yang menyaksikan pertunjukan, dibuat bergeming dengan persembahan di penghujung penampilan yang memamerkan keberagaman desain tenunan Songket, yang dirancang langsung Evi Mayroza Herman.

Menampilkan dan memperkenalkan songket dalam berbagai kesempatan baik di tingkat lokal, nasional dan manca negara ini, merupakan target yang hendak dicapai Evi Mayroza, selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pekanbaru ini.

“Target saya tidak ada lain adalah memperkenalkan songket kepada masyarakat secara luas, hingga ke mancanegara. Semakin sering orang melihat songket ini, maka akan semakin hafal pula mereka dengan keberadaan songket yang perlu dilestarikan ini. Karena itu, pengenalan songket ini harus disosialisasikan melalui sejumlah media, termasuk melalui persembahan musik dan tari,” lanjut Evi di sela-sela pertunjukan.

Evi juga mengaku telah merancang sebanyak 21 desain songket yang dituangkan dalam kain. Berikut masih ada lagi sebanyak 5 desain yang siap untuk dituangkan ke tenunan.

Terkait dengan penampilan tim Kesenian Pekanbaru di PGN ke-10 ini, Wako Herman Abdullah mengatakan sangat mendukung upaya kelompok kesenian dan pengrajin Pekanbaru memperkenalkan seni dan tradisi ke masyarakat internasional.

Menurutnya, seni dan tradisi ini memang harus dilestarikan dan diperkenalkan kepada masyarakat secara luas supaya tidak sirna di terpa masa. “Pelestarian melalui pertunjukan seni serupa ini harus selalu digiatkan supaya kesenian tradisional tidak hilang dihempas seni modern,” ucap Herman.

Begitupun kreativitas dari Dekranasda Kota Pekanbaru memperkenalkan songket lewat tari, menurut Herman itu merupakan langkah cukup bagus dan patut mendapat dukungan. Herman berharap pengenalan kesenian dan kerajinan Pekanbaru khususnya dan Riau umumnya ini, juga mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Kepada tim kesenian Pekanbaru, Herman juga berpesan supaya bisa memperkaya pengalaman lewat penampilan tim kesenian dari daerah dan negara lain. Ini diperlukan sebagai perbandingan dan memperkaya khasanah kreasi para seniman.

Sebelum tampil di acara puncak, tim kesenian Pekanbaru juga telah mempertunjukkan kebolehannya pada penampilan tunggal di Mal Dataran Pahlawan, Melaka. Di sini, tim kesenian Pekanbaru menampilkan paket show kesenian terdiri atas musik, tari dan lagu Melayu. Tak lupa pula peragaan Songket.

Sumber:

www.riaupos.co.id (dengan pengolahan seperlunya)
Dibaca : 3.700 kali.

Tuliskan komentar Anda !