Close
 
Jumat, 17 April 2026   |   Sabtu, 29 Syawal 1447 H
Pengunjung Online : 11.165
Hari ini : 115.158
Kemarin : 36.578
Minggu kemarin : 249.242
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

01 sepember 2007 03:11

Pementasan Pembuka Tun Teja, Opera Pertama di Riau

Pementasan Pembuka Tun Teja, Opera Pertama di Riau

Pekanbaru- Sejarah seni peran tercatat di Riau dalam bentuk pementasan Opera Melayu Tun Teja. Adalah Anjung Seni Idrus Tintin (ASIT) sebagai tempat sejarah itu ditorehkan dengan disaksikan sekitar 300 pengunjung. Sejarah itu bisa terwujud berkat kolaborasi apik antara Bandar Serai Orchestra, Yayasan Kesenian Riau dan CIOFF Riau Section. Rabu malam, (29/8) merupakan penampilan perdana Opera Melayu Tun Teja, dari tiga penampilan yang direncanakan.

Turut menjadi saksi sejarah pada malam pertama itu Gubernur Riau HM Rusli Zainal, ketua DPRD Riau H.Chaidir, Kepala Dinas Kebudayaan, Kesenian dan Pariwisata Riau Joni Irwan serta sejumlah seniman Riau lainnya beserta undangan dari berbagai kalangan.

Opera ini berkisah tentang Tun Teja (puteri Bendahara Pahang) yang telah bertunangan dengan Megat Panji Alam diguna-gunai oleh Hang Tuah, sehingga mau meninggalkan tunangannya untuk mengikuti Hang Tuah ke Melaka. Di Melaka, Tun Teja dipersembahkan oleh Hang Tuah kepada Sultan Melaka, sebagai isteri kedua Sultan ini. Tun Teja kecewa, tetapi tak bisa berbuat apa-apa.

Tidak berapa lama kemudian, Hang Tuah difitnah bermukah (selingkuh) dengan salah seorang isteri Sultan Melaka. Tanpa usut periksa lebih dahulu, Sultan menitahkan agar Hang Tuah dibunuh. Tetapi Bendahara Melaka diam-diam hanya membuangnya ke sebuah dusun. Karena titah Sultan itu, Hang Jebat memberontak, menguasai istana dan mengusir sultan dari tahtanya. Tidak seorang pun yang mampu menandingi kesaktian Hang Jebat.

Seentara itu Tun Teja dituduh oleh Raden Mas Ayu (puteri Majapahit, isteri pertama Sultan) ikut berkomplot dengan Hang Jebat. Tun Teja membantahnya, bahkan berhasil mempengaruhi Raden Mas Ayu untuk mempertanyakan perlakuan tidak adil yang diderita perempuan. Tetapi Tun Teja tetap gundah gulana menyaksikan kekacauan kerajaan, lebih-lebih setelah mengetahui betapa Hang Jebat berubah dari seorang penuntut keadilan menjadi seorang yang buas dan mabuk kuasa.

Untuk menghentikan ulah Hang Jebat, Hang Tuah dijemput oleh Bendahara dari persembunyiannya, lalu disabung dengan Hang Jebat. Tun Teja menyaksikan semuanya sebagai perjalanan senjakala sebuah kerajaan.

Gubernur Riau M Rusli Zainal usai pertunjukkan memberikan apresiasi yang cukup baik atas pertunjukan opera yang tidak pernah digelar di Riau. Diharapkan dengan pertunjukan opera ini semakin memperkuat jati diri kemelayuan kita terhadap negeri ini. 'Sangat sulit untuk diungkapkan dari pagelaran opera ini tadi, saya memberikan apresiasi yang cukup baik atas terselenggaranya kegiatan ini. Ini sebagai salah satu wujud kita untuk mencapai visi yang kita canangkan yang hendak menjadikan daerah ini sebagai pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara,' tuturnya.

Ketua DPRD Riau Chaidir yang didaulat memberikan sambutan pada malam itu menyatakan, kebudayaan Melayu harus jadi identitas negeri ini, kebudayaan Melayu harus menjadi alas gerak masyarakat Riau, kebudayaan Melayu adalah hal yang sangat penting untuk mewujudkan visi Riau 2020 yang hendak menjadikan Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara.

Ditambahkan Chaidir, opera Melayu Tun Teja ini adalah opera pertama kali yang digelar di Riau dan yang paling berbahagia sekali, gedung Seni Idrus Tintin ini untuk yang pertama sekali digelar satu pertunjukkan, meskipun gedung ini belum siap sama sekali. 'Malam ini, kegiatan yang digelar dalam gedung megah ini sungguh memiliki makna yang sangat penting sekali. Dalam catatan pertunjukan, opera ini adalah pertunjukkan opera pertama yang digelar di Riau, dan  gedung seni ini untuk yang pertama kali digunakan,' tuturnya.

Meskipun belum siap, lanjut Chaidir dirinya akan meminta kepada anggota DPRD Riau lainnya untuk menganggarkan kembali dana untuk penyelesaian pembangunan gedung seni Idrus Tintin, diharapkan jika memang dianggarkan dalam APBD tahun ini bangunan ini akan selesai 100 persen.

Sumber : Riau Terkini (dengan pengolahan seperlunya)


Dibaca : 2.895 kali.

Tuliskan komentar Anda !