Minggu, 19 April 2026 |Isnain, 2 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 1.333
Hari ini
:
23.370
Kemarin
:
25.133
Minggu kemarin
:
249.242
Bulan kemarin
:
101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
17 januari 2011 01:00
Percepat Pembangunan Rumah Melayu
Singkawang, Kalbar - Dana segar kembali dikucurkan untuk membangun Rumah Melayu Singkawang. Belum lama ini, Pemkot Singkawang mencairkan dana sebesar Rp 750 juta yang merupakan termin kedua, setelah sebelumnya dikucurkan Rp500 juta.
Diperkirakan, pembangunan pusat kebudayaan melayu bakal menelan dana lebih dari Rp2 miliar, hingga siap difungsikan. Menurut Wakil Walikota Singkawang Edy R.Jacoub yang juga sebagai Ketua MABM Kota Singkawang berharap pembangunan rumah melayu ini bisa dipercepat hingga bisa segera difungsikan. Untuk pengerjaan fisik rumah melayu ini dilakukan swakelola oleh MABM Kota Singkawang. Harapannya tahun ini fisik rumah melayu sudah tampak.
Ditambahkan Edy, keberadaan rumah Melayu dirasakan cukup penting sebagai pusat penelitian dan pengembangan budaya. Termasuklah seni, adat dan pelestarian budaya melayu itu sendiri. “Ya keberadaan rumah melayu nantinya jadi pusat budaya dan seni, ini penting demi upaya kita melestarikan adat dan budaya melayu,” terangnya.
Tujuan pelestarian budaya ini sangat penting, lanjut Edy, dikarenakan sebagian generasi muda Melayu di Singkawang ini lupa akan nilai-nilai budaya dan kesenian budaya sendiri. Para kawula muda saat ini lebih cenderung menyukai budaya modern. Hal ini dikarenakan maraknya budaya luar yang diadopsi para kawula muda, baik melalui siaran televisi atau pergaulan antar kaum pemuda.
“Dengan adanya rumah melayu ini lebih mendorong upaya pelestarian budaya tersebut sehingga tak tergerus zaman, sehingga di masa mendatang anak cucu kita masih bisa melihat adat seni Budaya melayu itu,” pungkasnya. Di samping itu, Rohana, warga Singkawang lainnya berharap keberadaan rumah melayu juga bisa difungsikan sebagai tempat acara yang masih berbau budaya.
Seperti di kota Pontianak, rumah melayua kan bisa digunakan untuk resepsi perkawinan atau digelar aneka lomba budaya Melayu, seperti yang baru-baru ini dilaksanakan. Diterangkannya, kota Singkawang masih minim lokasi penyelenggaraan even budaya semacam ini. ‘’Paling tinggi gunakan gedung ini atau itu. Tetapi, kalau ada Rumah Melayu akan lebih spesifik,’’ tukasnya.