Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
03 sepember 2007 01:15
Presiden Korea Selatan Apresiasi Indonesia
Jakarta- Bebasnya sandera asal Korea Selatan di Afganistan disambut antusias publik dan pimpinan Korsel. Sabtu (1/9) pukul 15.00, Presiden Korea Selatan Roh Moo Hyun menyampaikan ucapan terima kasih lewat telepon selular kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ucapan tersebut diberikannya setelah seorang diplomat Indonesia, Heru Wicaksono, berhasil membantu pembebasan 19 warga Korsel yang disandera kelompok Taliban di Afghanistan.
Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal kemarin mengungkapkan Presiden Roh mengucapkan terima kasih atas dukungan dan peran RI dalam proses pembebasan sandera Korsel dari tawanan Taliban di Afghanistan. “Indonesia dianggap telah membantu memecahkan masalah observer atau guarantor yang selama ini dianggap mengganjal perundingan antara pihak Korsel dengan Taliban,” ujarnya usai mendampingi presiden SBY di Lanud Halim kemarin.
Lebih jauh dia mengungkapkan, Presiden Korsel itu menyatakan kegembiraannya atas dukungan Indonesia kepada negaranya yang diberikan tidak hanya dimasa senang saja namun juga di masa krisis. Menurut Dino hal ini disebabkan kepedulian Presiden SBY terhadap kasus penyanderaan kesembilan belas warganegara Korsel sejak kunjungan tiga harinya ke Korsel Juli lalu.
Mendapatkan pujian ini, Dino mengatakan Presiden SBY mengaku ikut senang atas pembebasan warganegara Korsel yang disandera kelompok Taliban itu. “Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, sangat gembira dan mengucapkan selamat atas bebasnya warga Korsel tersebut, dan menegaskan upaya Indonesia ikut menjadi penengah merupakan misi kemanusiaan,” bebernya. Usai mengunjungi Korsel, lanjut Dino kepala negara terus memantau dan memonitor perkemban penyanderaan. “Beliau saat itu langsung memerintahkan Dubes Indonesia untuk Afghanistan di Kabul, Erman Hidayat, untuk ikut berperan menjadi penengah mengatasi masalah ini,” tambahnya. Erman pun, sambungnya lantas memerintahkan Heru Wicaksono untuk melaksanakan perintah presiden tersebut. Dengan keberhasilan upaya Indonesia tersebut, kata Dino, Presiden Korsel menyatakan keinginannya untuk terus meningkatkan hubungan strategis kemitraan.
“Saat ini agenda kerjasama bilateral ke dua negara cukup ekstensif, namun pembebasan sandera ini mencerminkan bahwa Indonesia dan Korea Selatan juga bersahabat bukan saja di masa senang, tetapi juga di masa susah di mana membantu di masa-masa sulit,” ujar Dino, mengutip suara Presiden Roh, melalui penerjemahnya.
Sumber : www.riauposonline.com Kredit foto : www.presidenri.go.id