Close
 
Jumat, 17 April 2026   |   Sabtu, 29 Syawal 1447 H
Pengunjung Online : 2.953
Hari ini : 55.500
Kemarin : 36.578
Minggu kemarin : 249.242
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

31 januari 2011 04:57

Sastra Lisan Gorontalo Terancam Punah

Sastra Lisan Gorontalo Terancam Punah

Gorontalo - Salah seorang pengamat yang juga tokoh adat Gorontalo, DK. Usman mengatakan, ragam tradisi lisan yang merupakan warisan  budaya leluhur Gorontalo, terancam punah jika tidak dipelajari sejak dini.

"Gorontalo memiliki ragam sastra tutur yang saat ini  kurang diminati genarasi mudah, jika dibiarkan bisa lenyap dari akar budaya kita," ujar DK. Usman , Rabu.

Kehawatiran tokoh adat ini bukan tanpa alasan, karena menurutnya, pengaruh kurang maksimalnya upaya pemerintah daerah mensosialisasikan kekaayan ragam sastra lisan Gorontalo, dinilainya justru menjadi pemicu  tradisi tersebut kurang mendapat tempat bagi generasi muda.

Lanjut DK Usman, salah satu tradisi sastra lisan seperti ’Tanggomo’, saat ini sudah sedikit masyarakat yang piawai menuturkan bait demi bait ragam lisan tersbut dengan benar, jika ada, dipastikan bukan dari kalangan muda-mudi Gorontalo.

"Saat ini untuk Tanggomo sudah sedikit yang mampu menguasainya, jika ada penuturnya pasti bukan dari genarasi muda kita," jelas DK Usman.

Seraya menambahkan, disamping belum adanya  dukungan serius dari pemerintah, terutama  Dinas Pendidkan, dia menilai, efek media juga ikut mengambil andil besar memengaruhi minat dan bakat pemuda Gorontalo, sehingga kurang memahami dan melestarikan budaya daerahnya sendiri.

"Media massa termasuk salah satu yang paling berpengaruh, mereka didikte oleh informasi yang jauh dari akar budaya bangsa, misalnya jika ada anak kita ikut melestarikan budaya, justru dinilai kampungan," keluhnya.

Selain itu, penggunaan bahasa Gorontalo sebagai percakapan untuk teman sejawat, menurut DK Usman,  telah mengalami penurunan jumlah penuturnya, terutama generasi muda.

Oleh karenanya, dia berharap, agar kekayaan budaya warisan leluhur ini tetap lestari, dukungan dari lingkungan keluarga, menurutnya merupakan tempat pertama membina dan mengembangkan tradisi lisan dan budaya Gorontalo.

"Saya berharap, dari lingkungan keluarga, kita jadikan sebagai tempat belajar dan melestarikan warisan budaya untuk anak cucu kita agar tidak punah," imbuhnya.

Sumber: http://oase.kompas.com


Dibaca : 1.511 kali.

Tuliskan komentar Anda !