Close
 
Senin, 8 Juni 2026   |   Tsulasa', 22 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 5.677
Kemarin : 24.704
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

29 maret 2011 06:56

Penerjemah Naskah I La Galigo Wafat

Penerjemah Naskah I La Galigo Wafat

Makassar, Sulsel - Muhammad Salim, 75, tidak banyak orang yang mengenalnya. Padahal ternyata dia adalah seorang pembaca lontara (aksara Bugis) yang ulung.

Dia pulalah yang menterjemahkan naskah I La Galigo dari aksara lontara kuno ke Bahasa Indonesia yang kemudian dijadikan sebuah pementasan oleh sutradara ternama Robert Wilson menjadi pertunjukan yang terkenal di penjuru dunia.

La Galigo adalah sebuah karya sastra yang terbentang sepanjang zaman. Epos yang panjangnya melebihi Mahabharata ini berisi kisah di abad lalu yang sempat menjadi kepercayaan di antara masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan yang lama terpendam di perpustakaan negara Belanda dan akhirnya diterjemahkan oleh Salim.

Dari 12 jilid naskah La Galigo yang diterjemahkannya selama lima tahun dua bulan tersebut, belum ada satu pun hasil terjemahannya yang dibukukan. Padahal itu menjadi cita-cita utamanya.

"Dia sangat antusias sekali bercerita bahwa Bapak Tanri Abeng berencana membukukan naskah La Galigo terjemahannya setelah pementasan La Galigo April nanti di Benteng Makassar," jelas Hamdan, anak ketiga Salim.

Menurut Jamiah, istri Salim, pria kelahiran Kabupaten Sidrap 1936 dan menikah dengannya 1957 tersebut, tidak pernah mengeluh sakit meski usianya sudah tua. Tapi, Minggu (27/3) setelah berwudhu untuk salat magrib, dia mengaku sakit di bagian dadanya. Bahkan kakinya dingin.

"Melihat kondisi tersebut, dia pun pergi berbaring di tempat tidur di ruang keluarga. Sekitar lima menit dia sempat membuka mata dan menutupnya kembali. Kami pun membacakan Yasin, sampai Bapak benar-benar sudah tidak ada, karena sebelum menghembuskan nafas terakhir sempat bilang dia baik-baik saja," cerita sang istri.

Jenazah Salim setelah disemayamkan di rumah duka di Jalan Adipura I Lorong I No 31 Makassar, Senin (28/3), dikebumikan di Pemakaman Keluarga di kampung halamannya Desa Allakuang Kabupaten Sidrap yang jaraknya sekitar 180 kilometer dari Kota Makassar.

Sumber: http://www.mediaindonesia.com


Dibaca : 2.214 kali.

Tuliskan komentar Anda !