Selasa, 9 Juni 2026   |   Arbia', 23 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 1.183
Kemarin : 25.426
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

06 sepember 2007 02:05

Malam Pagelaran Seni Budaya Melayu Se-Nusantara

Malam Pagelaran Seni Budaya Melayu Se-Nusantara

Yogyakarta-MelayuOnline– Dalam rangka hari jadi ke-7, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kepulauan Riau Kabupaten Karimun (IPMKR-KKJ) pada hari Jumat (31/8), mengadakan acara pagelaran malam seni budaya Melayu se-nusantara di pelataran Monumen Serangan Umum 1 Maret sebagai rangkaian acara kegiatan Milad VII IPMKR-KKJ. Ikatan pelajar ini didirikan untuk menyatukan dan mengkoordinir pelajar dan mahasiswa dari Kabupaten Karimun yang sedang menimba ilmu di Yogyakarta. Eksistensi dan kegiatan-kegiatan kebudayaan yang diselenggarakan organisasi ini didukung sepenuhnya oleh pemerintah daerah kabupaten Karimun karena di samping membawa nama baik daerah, juga memperkenalkan dan memelihara warisan budaya.

Pentas budaya Melayu kali ini menampilkan tarian dan beberapa jenis kesenian Melayu lainnya. Tata ruang, dekorasi, dan makanan hidangan juga disajikan secara khas Melayu. Nuansa Melayu semakin kental dengan iringan dua orkes Melayu, yaitu Pucuk Paku band dan Lang Buana band dari lembaga semi otonom Sanggar Delime IPMKR-KKJ.

Pentas ini digelar mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB, dan dihadiri lebih kurang 200 orang. Di antara para hadirin tampak jajaran Pemkab Karimun, Dinas Pariwisata Kab. Karimun, Polda DIY, perwakilan pemerintah DIY, dan beberapa undangan khusus termasuk para aktivis Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu.

Beberapa daerah Melayu Indonesia yang turut meramaikan acara tersebut adalah Kalimantan Timur yang menampilkan tari Enggang Malenggang, dibawakan oleh 6 dara berpakain baju adat setempat berwarna merah muda. Aceh, dengan tari Saman Gayo-nya mampu membuat mata penonton tidak berkedip melihat keunikan dan keindahan performa ke-6 penari yang membawakannya. Tak ketinggalan, tari Zapin Perkusi yang diiringi tabuhan rebana dan lagu lagu Melayu juga turut menghidupkan suasana.

Dari sekitar 30 peserta, tari Enggang Melenggang dari Kaltim terpilih sebagai yang terbaik, disusul oleh tari Taming Sari dari Kepri dan tari Saman Gayo dari Aceh yang masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga.

Kemeriahan pagelaran pada malam itu adalah bukti kesuksesan panitia. Tepuk tangan dan sambutan hangat para hadirin tidak henti hentinya menyeruak hingga akhir acara. Acara ini adalah salah satu keseriusan IPMKR-KKJ sebagai pengemban amanat dari pemerintah daerah setempat untuk melestarikan sekaligus mempromosikan budaya Melayu di Yogyakarta yang dikenal sebagai kota budaya di Indonesia. (WL)

Dibaca : 3.977 kali.

Tuliskan komentar Anda !