Close
 
Rabu, 6 Mei 2026   |   Khamis, 19 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 1.530
Hari ini : 32.217
Kemarin : 45.452
Minggu kemarin : 192.091
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

21 juni 2011 04:12

Situs Kerinci Pantas Jadi Warisan Dunia

Situs Kerinci Pantas Jadi Warisan Dunia

Jambi - Tim kajian kebudayaan kepresidenan dipimpin Meutia Hatta dalam lawatan selama tiga hari di Kerinci,  berjanji segera mengusulkan situs-situs purbakala Kerinci ke Unesco untuk diakui sebagai warisan kebudayaan dunia.

"Tim kajian yang melakukan peninjauan telah berjanji akan sesegera mungkin mengupayakan pengusulan situs-situs purbakala Kerinci tersebut untuk menjadi warisan kebudayaan dunia," kata Iskandar,  budayawan Kerinci yang juga petugas BP3 Jambi saat mendampingi tim di Kerinci, Minggu (19/6).

Menurut Iskandar hal tersebut diungkapkan tim  yang beranggotakan Prof DR Yanuarius Kalibau, Syahlarriadi, Rusdi Agus Rianto, Seni Gumilang, dan Yudianti Prameswari tersebut setelah menyimpulkan hasil pengamatan dan kajiaan awal mereka terhadap situs-situ purba di Kerinci yang umumnya telah berumur 10 ribu tahun ke atas tersebut.

Setiap anggota tim mengaku sangat takkjub dengan apa yang dimiliki Kerinci sebagai salah satu suku tertua di dunia, bahkan diyakini lebih tua dari suku Proto-Melayu dan suku Indian Inka di Amerika.

"Mereka takjub dengan berbagai fakta dan bukti kepurbakalaan warisan zaman megalitikum tersebut, baik berupa batu Seilindrik, Menhir, Dolmen dan berbagai peninggalan lain seperti kapak batu genggam," terang Iskandar.

Selain itu, tambahnya, di Kerinci juga tersimpan dokumen-dokumen dalam bentuk naskah tua seperti naskah kitab undang-undang Tanjung Tanah yang merupakan naskah Melayu tertua di dunia, juga ada naskah Tambo Adat Hiang tinggi yang menjabarkan silsilah keturunan suku Kerinci termasuk tentang Gajah Mada.

Di Museum purbakala yang dikelola secara pribadi oleh Iskandar, ti m tersebut juga mendapatkan penjelasan lengkap dari hasil berbagai penelitian yang sempat dilakukan para ahli di Kerinci, termasuk tentang keberadaan suku Kerinci yang diduga jauh lebih tua dari Proto-Melayu dan  suku Indian Inka di Amerika.

"Tim akan segera melaporkan temuan mereka tersebut kepada pimpinan tim kajian yakni Meutia Hatta yang pada kesempatan pertama tersebut berhalangan hadir," kata Iskandar.

Selanjutnya, tambahnya, laporan tersebut juga akan akan disampaikan kepada presiden yang menugaskan atau memberi mandat kepada mereka, untuk selanjutnya akan diusulkannya penelitian lanjutan.

"Hak yang pasti pada akhirnya nanti aset kepubakalaan yang menunjukkan jejak perkembangan peradaban manusia Tanah Air yang berada di Kerinci ini akan diusulkan ke Unesco untuk segera mendapat sertifikat pengakuan sebagai warisan kebudayaan dunia," katanya.

Sumber: http://www.mediaindonesia.com


Dibaca : 3.182 kali.

Tuliskan komentar Anda !