Minggu, 23 Agustus 2026 |Isnain, 9 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 780
Hari ini
:
12.759
Kemarin
:
20.520
Minggu kemarin
:
178.006
Bulan kemarin
:
11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
10 sepember 2007 00:42
Pemusik Biola Tamiang Bakal Punah
Kuala Simpang– Pemain biola di Aceh Tamiang bakal punah jika tidak segera disiapkan penggantinya. Karena, rata-rata pemain musik gesek itu saat ini sudah berusia 60 tahun ke atas.
Jumlah mereka juga sangat sedikit. Bahkan, bisa dihitung dengan jari mereka yang mampu mengiringi lagu dendang melayu dan tari zapin serta ula-ula lembing yang merupakan nyanyian pengiring tari melayu Tamiang.
Sekretaris Dewan Kesenian Aceh Tamiang (DKAT) Muhamad Hanafiah Jumat (7/9) mengatakan, pemusik biola di Aceh Tamiang saat ini sangat kritis. Bahkan diperkirakan bakal punah karena hingga saat ini belum muncul pemusik biola yang berusia muda.
Begitupun bisa jadi tidak terdata adanya pemusik biola yang berusia muda saat ini muncul karena memang tidak pernah dilakukan festival musik biola.
Menurut perkiraan Hanafiah yang lebih akrab dipanggil Agam Fawirsa, seorang pemusik biasanya pasti tidak mau bermain di rumah saja dan pasti ada keinginan untuk tampil menunjukan kebolehannya. Namun dari pantauannya selama ini di Aceh Tamiang tidak terdapat lagi pemain-pemain biola yang akan mengantikan pemain-pemain senior dalam pentas-pentas seni mengiringi penari-penari Tamiang.
Saat ini hanya trio pemusik biola yang masih aktif, Anwar T (65), H Haslah (62), dan Gaboh (60). Mereka mampu mengiringi penari Tamiang dalam pentas seni. Kepada trio pendendang melayu itu, Hanafiah sempat menanyakan bibit baru pemain-pemain biola di Aceh Tamiang.
Tapi jawaban yang diterima belum memuaskan. Para sepuh biola itu hanya tersenyum dan mengatakan mereka juga tidak tahu apakah ada seniman muda di Aceh Tamiang yang bisa menggesek biola.
Sementara itu para pemusik tua itu juga mengaku bahwa mereka telah beberapa kali mencoba kepada pemusik-pemusik muda yang senang bermain gitar untuk dilatih bermain biola, tapi anak-anak muda kelihatannya kurang mau diajak berlatih bermain biola.
Menurut Agam Fawirsa, pemusik biola di Aceh Tamiang bakal punah jika para pemusik muda tidak mau belajar untuk bermain biola.
Akibatnya, untuk mengiringi tari Tamiang, seperti Zapin Tamiang, Ula-Ula Lembing dan Siti Payung bakal kesulitan mencari penggesek biola pengiring tari Tamiang.
Karena itu, diharapkan agar pemusik biola yang sudah berusia lanjut itu terus mengajak anak muda untuk dilatih menggesek biola.Sebaliknya para pemusik muda hendaknya mau berlatih menggesek biola.
Selain biola, juga alat musik arkordion juga saat ini dikatakan Agam sudah langka pemainnya. Pemusik arkordion juga sama halnya dengan pemusik biola yang sudah berusia lanjut. Bahkan ketiga pemain biola tersebut biasanya rangkap bergantian bermain arkordion juga.
Dikawatirkan apabila diperlukan musik hidup dengan irama biola dan arkordion mengiringi tari Tamiang bakal tak adalagi yang bisa mengiringinya.
Sumber : www.serambinews.com Kredit foto : malaysiana.pnm.my