Close
 
Selasa, 19 Mei 2026   |   Arbia', 2 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.150
Hari ini : 20.670
Kemarin : 19.896
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

22 agustus 2011 08:38

Bupati Buleleng Buka Lomba Balaganjur

Bupati Buleleng Buka Lomba Balaganjur

Singaraja, Bali - Lomba balaganjur, instrumen musik tradisional Bali dibuka Bupati Buleleng Putu Bagiada, di jalan Veteran Singaraja, Jumat sore.

Kegiatan tersebut diawali dengan penampilan empat dari tujuh sekeha balaganjur yang ikut ambil bagian dalam lomba menunjukkan kebolehannya.

Keempat sekeha  balaganjur yang tampil pada hari pertama  masing-masing  sekeha balaganjur Sanggar Bakti kembang desa Baktiseraga, balaganjur Undiksha, Budi Gita Budaya  kelurahan Banjar Tegal dan  Komunitas Balanada Jagatnatha.

Penampilan keempat sekeha balaganjur terbaik Buleleng itu mendapat sambutan antusias penonton yang mencapai ribuan melumpuhkan sepanjang  jalan veteran  lingkungan Banjar Paketan Singaraja.

Bupati Buleleng Putu Bagiada  usai membuka acara lomba menyambut bangga atas terlaksananya lomba yang diselenggarakan sekeha gong kebyar eka wakya Banjar Paketan.

Diharapkan  kesadaran membangun Buleleng  termasuk membangun seni budaya muncul dari masyarakat sehingga penjiwaan terhadap seni semakin meningkat di kalangan masyarakat.

Guna memotivasi panitia pelaksana, sehingga ke depan diharapkan pesertanya lebih, Bupati Buleleng menyerahkan bantuan sebesar Rp.5.000.000.

"Saya bangga atas inisiatif  gong kebyar eka wakya Banjar Paketan ini karena mampu menggelar lomba balaganjur se kabupaten Buleleng, bahkan penampilan pesertanya saya perhatikan sagat  berkualitas," ujar Bupati.

Saat ditanya wartawan apakah ini berarti pemerintah belum memaksimalkan SKPD yang membidangi untuk menggelar hajatan yang sama, Bupati Putu Bagiada menjawab dengan diplomasi, perlu ditumbuh kembangkan.

Sementara itu ketua panitia yang juga Kelian Adat Banjar Paketan Putu Mahendra menjelaskan tujuan digelarnya lomba adalah sebagai tonggak kebangkitan gong kebyar eka wakya yang pernah berjaya dimasa lalu.

Hadiah panggul emas serta penghargaan lainnya diharapkan dapat melecut semangat genarasi muda untuk bangkit kembali menggeluti seni.

Apalagi saat ini gong kebyar eka wakya  telah memiliki sekeha gong dari anak-anak remaja, wanita dan sekeha gong dewasa. Sementara untuk internal dengan bangkitnya sekeha gong maka hajatan yang memerlukan iringan tabuh gong  tidak perlu lagi mengundang dari luar.

Sumber: http://oase.kompas.com
Foto: http://balijegegayu.blogspot.com


Dibaca : 2.242 kali.

Tuliskan komentar Anda !