Close
 
Sabtu, 25 Juli 2026   |   Ahad, 9 Shafar 1448 H
Pengunjung Online : 707
Hari ini : 13.249
Kemarin : 22.281
Minggu kemarin : 186.297
Bulan kemarin : 7.211.288
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

08 juli 2013 04:04

Balimau Diminta Kembali ke Fungsi Awal

Balimau Diminta Kembali ke Fungsi Awal

Kampar Timuar, Riau - Tradisi mandi balimau yang dilaksanakan masyarakat Kabupaten Kampar setiap tahunnya menjelang Ramadhan sampai saat ini masih menjadi polemik bagi masyarakat,  terutama tokoh agama. Tokoh agama Kampar meminta agar Pemerintah Kampar mengembalikan konsep dan pelaksanaan Balimau Kasai saat ini sudah salah kaprah  dan salah cara.

"Balimau kasai konsepnya silaturahmi, bukan mandi," ujar Ust Amir syarifuddin Tambusai al Kholidy kepada Riauaksi.com, Minggu (7/7/13).

Pembina ilmu tasawuf Kabupaten Kampar dan Biro Dakwah Jamiah Ahli Tariqoh Mukmataroh Indonesia (JATMI) ini menyatakan keprihatinannya melihat tradisi balimau kasai yg sudah salah, padahal balimau kasai ini sendiri konsepnya silaturahmi. Dimana warga  mendatangi rumah sanak saudaranya untuk silaturahmi dan minta maaf untuk menyambut Ramadhan. Saat mengunjungi saudara mereka biasanya membawa jeruk yaang direbus (limau) dan lulur (kasai) sebagai simbol pembersihan.  kamar mandi, bukan mandi beramai ramai dimana suami bisa lihat iistri orang mandi dan ayah lihat anak gadis orang mandi" ujarnya.

Untuk itu Ustad kondang di Kampar ini meminta Pemkab Kampar bisa mengembalikan konsep balimau ke konsepnya. Misalnya  dengan mengubah event mandi menjadi ajang silaturahmi bukan acara mandi. "Ini memang kerja besar, melarang mandi bersama itu butuh komitmen besar," ujarnya.

Apalagi setiap balimau kasai selalu ada korban nyawa, baik karena tenggelam maupun kecelakaan lalu lintas. "Ini juga suatu peringatan bahwa ini mesti dikaji lagi," ujarnya.

Amir juga mengimbau masyarakat agar jangan mengotori Ramadhan dengan mandi bersama, melihat aurat yang lain dengan iringan musik merangsang.  "Ramadhan itu tamu, mari sambut dengaan hati yang bersih, badan yang bersih dan cara yang bersih, "ujarnya.

Sumber: http://riauaksi.com


Dibaca : 1.312 kali.

Tuliskan komentar Anda !