Friday, 12 June 2026   |   Friday, 26 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 835
Today : 14.526
Yesterday : 20.067
Last week : 227.151
Last month : 9.252.016
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

08 juli 2013 04:04

Balimau Diminta Kembali ke Fungsi Awal

Balimau Diminta Kembali ke Fungsi Awal

Kampar Timuar, Riau - Tradisi mandi balimau yang dilaksanakan masyarakat Kabupaten Kampar setiap tahunnya menjelang Ramadhan sampai saat ini masih menjadi polemik bagi masyarakat,  terutama tokoh agama. Tokoh agama Kampar meminta agar Pemerintah Kampar mengembalikan konsep dan pelaksanaan Balimau Kasai saat ini sudah salah kaprah  dan salah cara.

"Balimau kasai konsepnya silaturahmi, bukan mandi," ujar Ust Amir syarifuddin Tambusai al Kholidy kepada Riauaksi.com, Minggu (7/7/13).

Pembina ilmu tasawuf Kabupaten Kampar dan Biro Dakwah Jamiah Ahli Tariqoh Mukmataroh Indonesia (JATMI) ini menyatakan keprihatinannya melihat tradisi balimau kasai yg sudah salah, padahal balimau kasai ini sendiri konsepnya silaturahmi. Dimana warga  mendatangi rumah sanak saudaranya untuk silaturahmi dan minta maaf untuk menyambut Ramadhan. Saat mengunjungi saudara mereka biasanya membawa jeruk yaang direbus (limau) dan lulur (kasai) sebagai simbol pembersihan.  kamar mandi, bukan mandi beramai ramai dimana suami bisa lihat iistri orang mandi dan ayah lihat anak gadis orang mandi" ujarnya.

Untuk itu Ustad kondang di Kampar ini meminta Pemkab Kampar bisa mengembalikan konsep balimau ke konsepnya. Misalnya  dengan mengubah event mandi menjadi ajang silaturahmi bukan acara mandi. "Ini memang kerja besar, melarang mandi bersama itu butuh komitmen besar," ujarnya.

Apalagi setiap balimau kasai selalu ada korban nyawa, baik karena tenggelam maupun kecelakaan lalu lintas. "Ini juga suatu peringatan bahwa ini mesti dikaji lagi," ujarnya.

Amir juga mengimbau masyarakat agar jangan mengotori Ramadhan dengan mandi bersama, melihat aurat yang lain dengan iringan musik merangsang.  "Ramadhan itu tamu, mari sambut dengaan hati yang bersih, badan yang bersih dan cara yang bersih, "ujarnya.

Sumber: http://riauaksi.com


Read : 1.292 time(s).

Write your comment !