Close
 
Senin, 4 Mei 2026   |   Tsulasa', 17 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 1.170
Hari ini : 25.119
Kemarin : 27.323
Minggu kemarin : 192.091
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

05 oktober 2007 08:37

Kampung Adat Elu Direvitalisasi

Waikabubak, Sumba Barat– Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Tmur (NTT) merevitalisasi perkampungan adat Elu, Desa Elu, Kabupaten Sumba Barat dalam tahun 2007 ini tanpa menghilangkan keasliannya. Kegiatan yang dilakukan berupa penataan lingkungan perkampungan adat agar tidak terlihat kumuh.

Pada Selasa (24/9/2007) lalu, tim DPRD NTT yang terdiri dari John Umbu Deta (Fraksi PDIP), David Beko (Golkar) dan Yulius Malo Douzo (PKPI), didampingi Kepala Seksi Cipta Karya Dinas Kimpraswil NTT, Ir. Frans Pangaliman, mengunjungi kampung adat tersebut.

Frans Pangaliman mengatakan, revitalisasi dilaksanakan denganfokus pada penataan lingkungan perkampungan adat. "Jalan lingkungan ditata agar jangan terlalu kumuh. Estetika tetap dipertahankan. Kegiatan lainnya adalah membangun pos tamu, dan membuat pagar keliling perkampungan. Untuk pagar, belum dikerjakan," jelas Pangaliman.

Menurut Pangaliman, proyek tersebut dengan sumber dana APBN. Sebelumnya, tahun 2004 revitalisasi kampung adat juga dilakukan di perkampungan adat Tarung dan Praijing.

Kampung adat Elu berada di puncak bukit, tidak jauh dari Kota Waikabubak. Dalam kawasan itu, setidaknya terdapat 20 rumah adat yang dihuni masing-masing suku. Warga setempat menyebutnya ringu langu. Ringu langu berbentuk rumah panggung, terbangun dari empat tiang utama besar. Atapnya joglo. Ruangan di bawah panggung digunakan untuk memelihara ternak.

Panggung pertama sebagai tempat tinggal. Sementara panggung kedua dijadikan lumbung, tempat menyimpang bahan makanan. Di halamannya, terdapat kuburan manusia dari batu yang dipahat.

Ketua Tim DPRD NTT ke Sumba Barat, John Umbu Deta, mengatakan, program revitalisasi kampung adat dalam rangka mendukung pariwisata budaya. "Kita mengharapkan agar pada tahun-tahun mendatang dialokasikan dana secara signifikan untuk program revitalisasi perkampungan rumah adat karena program ini mendukung pariwisata budaya," kata Umbu Deta.

Sumber : www.indomedia.com


Dibaca : 2.069 kali.

Tuliskan komentar Anda !