Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
08 oktober 2007 06:49
Seni Religi Harus Digalakkan Kembali
Banda Aceh- Pengembangan kesenian dan budaya harus selalu memperhatikan nilai-nilai keagamaan. Sebab, Aceh adalah sebuah komunitas religi yang sarat dengan aturan keagamaan. Karena itu, seni religi seperti meurukon yang nyaris hilang, harus digalakkan kembali.
Ketua Umum Yayasan Sambinoe, Darwati A Gani, menyatakan itu ketika meninjau pagelaran seni religi Ramadhan di meunasah Desa Lambada, Kemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar, Kamis (4/10) malam. Kunjungan itu turut dihadiri Kabag Humas Pemerintah Aceh, Drs Nurdin F Joes.
“Dulu, setelah tarawih hampir setiap desa kita mendengar berbagai seni religi seperti seni tadarrus, rabbani, dan meurukon/meusifeut. Namun, selama ini sepertinya seni itu mulai luntur. Karena itulah, kami dari Yayasan Sambinoe berusaha meningkatkan kembali kegiatan tersebut agar bisa berlangsung seperti dulu lagi,” kata Darwati menjawab Serambi, di sela-sela acara tersebut.
Pagelaran seni religi yang dilaksanakan Yayasan Sambinoe dan BRR dalam bulan Ramadhan ini, merupakan langkah awal menggalakan kembali tersebut. “Setelah Ramadhan, kami berencana melaksanakan acara ini dalam lingkup lebih besar lagi,” ujarnya.
Darwati menyebutkan, kali ini pagelaran seni tersebut berlangsung di 23 desa di Banda Aceh dan Aceh Besar. Untuk itu, Darwati mengajak semua pihak ikut serta melestarikan berbagai kesenian Aceh, terutama yang bernuansa islami. “Kami harapkan semua pihak mau mendukung dan membangkitkan kembali seni religi ini,” imbaunya.
Pada kunjungan tersebut, Darwati juga memberikan santuanan kepada 147 anak yatim di kemukiman tersebut.
Sumber : Serambi Online Kredit foto : edratna.files.wordpress.com