Close
 
Sabtu, 2 Mei 2026   |   Ahad, 15 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 437
Kemarin : 19.785
Minggu kemarin : 192.091
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

11 oktober 2007 00:14

Wilayah Selatan Kalimantan Tengah Rawan Dicaplok

Wilayah Selatan Kalimantan Tengah Rawan Dicaplok

Palangka- Kawasan selatan Kalimantan Tengah (Kalteng) rawan pencaplokan dari negara tetangga, sehingga masyarakat setempat harus meningkatkan kewaspadaan.

Komandan Korem 102 Panju Panjung Kalimantan Tengah, Kolonel (Art) Budi Rachmat, mengatakan, masyarakat Kalteng di kawasan itu jika rentan dengan bujuk rayu negara tetangga agar untuk pindah kewarganegaraan.

Selatan Kalteng sebagain besar merupakan kawasan Laut Jawa dan sebagian penduduknya masih miskin sehingga mudah termakan bujuk rayu.

Menurut Budi, mengantisipasi serangan militer negara lain, pihaknya telah menjadikan kawasan tersebut sebagai kawasan tempur militer.

Selain kawasan laut, beberapa daratan Kalteng pun juga rawan dicaplok oleh negara lain seperti Kabupaten Barito Utara yang  tembus ke Malaysia.

Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya termasuk daerah yang juga rawan, terutama apabila terjadi invasi militer di bagian selatan Kalteng.

“Bila kawasan selatan diserang, ujung-ujungya akan mengarah ke kawasan bagian utara Kalteng terutama Puruk Cahu,” ujar Budi.

Menurut budi, saat ini kecendrungan negara tetangga melakukan  pola pendekatan dengan bujukan secara ekonomi terhadap masyarakat miskin di perbatasan.

Makanya, kerap terjadi masyarakat Indonesia sendiri secara sukarela memindahkan patok batas perbatasan dengan negara tetangga.

Solusi mengatasi kerawanan itu dengan memberikan status otorita khusus untuk daerah atau kawasan yang langsung berbatasan dengan negara tetangga, sehingga masyaraktnya makmur secara ekonomi.

“Seperti Batam yang diberikan otorita khusus karena langsung berbatasan dengan Singapura dan Malaysia,” ujarnya.

Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (Menteri PDT), Lukman Edy saat Safari Ramadhan ke Palangka Raya belum lama tadi mengakui, adanya pola bujukan secara ekonomi yang dilakukan negara tetangga terhadap masyarakat miskin di perbatasan Indonesia.

Sumber : www.banjarmasinpost.co.id
Kredit foto : www.menlh.go.id


Dibaca : 3.118 kali.

Tuliskan komentar Anda !