Kamis, 30 April 2026 |Jum'ah, 13 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 598
Hari ini
:
12.382
Kemarin
:
22.835
Minggu kemarin
:
169.256
Bulan kemarin
:
101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
05 februari 2015 07:08
Pembinaan Seni dan Budaya Harus Berkesinambungan
Bantul, DIY - Potensi kesenian dan budaya di Bantulharus dilestarikan keberadaannya, sekecil apapunbentuknya. Strateginya dengan membangunsarana prasaran penunjang kegiatan yang terkait dengan seni dan budaya di Bantul. Tidak kalah penting, pembinaan harus dilakukan secara berkesinambungan mulai proses pembelajaran sampai ketika tampil di atas panggung.
Hal tersebut mengemuka dalam acara bertajuk 'Sarasehan Budaya Kesenian Dalam Keistimewaan' di Rumah Dinas Bupati Bantul Trirenggo. Hadir dalam acara itu,Kepala DPKAD DIY Drs Bambang Wisnu Handoyo, Kepala Dinas Kebudayaan DIY Drs Umar Priyono MPd, Ketua Dewan Pendidikan Bantul Drs HM Idham Samawi, Ketua DPRD DIY Yoeke Indra AL SH serta Ons Untoro (Penggiat Budaya).Acara dibuka Bupati BantulHj Sri Surya Widati.
Drs Bambang Wisnu Handoyomengatakan,setelah DIY menyandang sebagai daerah Istimewa. Tentunya aspek seni dan budaya harus diperhatikan betul eksistensinya. Sehingga dalam perjalanannya kesenian -kesenian yang tumbuh di masyarakat tetap lestari.Menurut Bambang dalam pembinaan mestinya tidak sebatas ketika akan pentas. Tetapi proses pelatihan harus diusulkanagar bisa dianggarkan lewat danais.
"Jangan hanya ketika mau 'njatil' saja mengusulkan ke pemerintah, tetapi proses pembinaannya juga harus tercover, kecil sekali jika pengajuan danais itu dilakukan ketika akan pentas," ujarnya.
Termasuk ketoprak juga begitu, semua proses yang terkait dengan pembinaan kesenian harus diusulkan pembiayaan lewat danais. Bambang mendorong masyarakat untuk membuat acara besar, jangan sampai program-program yang digelarhanya kecil.Selain itu, pemerintah daerah sebisa mungkin harus membangun fasilitas publik sebagai lokasi pengembangan seni dan budaya di masyarakat.