Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
13 november 2015 08:37
Menjaga Budaya Nusantara Lewat Temu Zapin Nusantara 2015
Jakarta - Tarian Zapin merupakan salah satu dari pada berbagai jenis tarian Melayu yang masih ada hingga sekarang. Tarian Zapin berasal dari perkataan Arab yaitu “Zaffan” yang artinya penari dan “Al-Zafn” yang artinya gerak kaki. Tarian ini diilhamkan oleh peranakan Arab dan diketahui berasal dari Yaman.Setelah dibawa dari Yaman oleh para pedagang Arab pada awal abad ke-16, Tarian Zapin ini kemudian merebak ke negeri-negeri sekitar Johor seperti di Riau, Singapura, Sarawak dan Brunei Darusalam.
Zapin masuk ke Nusantara sejalan dengan berkembangnya agama Islam sejak abad ke 13 Masehi. Kesenian yang dibawa para pendatang tersebut kemudian berkembang di kalangan masyarakat pemeluk agama Islam. Sekarang kita dapat menemukan Zapin hampir diseluruh pesisir Nusantara. Seperti pesisir timur Sumatera Utara, Riau dan Kepulauan Riau. Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung. Jakarta, pesisir Utara – Timur dan Selatan Jawa. Nagara, Mataram, Sumbawa, Maumere. Seluruh pesisir Kalimantan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Ternate, dan Ambon. Sedangkan di negara tetangga terdapat di Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura.
Di Nusantara, Zapin dikenal dalam 2 jenis, yaitu Zapin Arab yang mengalami perubahan secara lamban, dan masih dipertahankan oleh masyarakat turunan Arab. Jenis kedua adalah Zapin Melayuyang ditumbuhkan oleh paraahli lokal, dan disesuaikan denganlingkungan masyarakatnya. Kalau ZapinArab hanya dikenal satu gaya saja, maka Zapin Melayu sangat beragam dalam gayanya. Begitupula sebutan untuk tari tersebut tergantung dari bahasa atau dialek lokaldi mana dia tumbuh dan berkembang. Sebutan Zapin umumnya dijumpaidi SumateraUtara dan Riau, sedangkan di Jambi, SumateraSelatan dan Bengkulu menyebutnya Satu diambil dari Alif.
Julukan Bedana terdapat di Lampung, sedangkandi Jawaumumnya menyebut Zafin. MasyarakatKalimantancenderung memberi nama Jepin, diSulawesi Selatan disebutJippeng, Sulawesi Tenggara disebut Balumpa dan di Maluku lebih akrab dengan nama Jepen. Sementara di Nusatenggara dikenal dengan julukan Dana-dani.
Berangkat dari keberagaman Zapin yang tumbuh subur di Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, akan menyelenggarakan Temu Zapin Nusantara 2015. Kegiatan bertaraf nasional ini akan diikuti oleh peserta perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia dan akan digelar pada tanggal 28 – 29 November 2015di Candi Bentar – Taman Mini Indonesia Indah. Kegiatan Temu Zapin Nusantara 2015 ini adalah merupakan bentuk kepedulian Anies Baswedan selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia kepada Zapin dan seni lainnya.