Close
 
Selasa, 19 Mei 2026   |   Arbia', 2 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.590
Hari ini : 20.412
Kemarin : 19.896
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

20 januari 2007 09:31

Ditemukan Stupa Sriwijaya

Palembang- Sebuah batu diduga peninggalan kerajaan Sriwijaya ditemukan di pemakaman Sabokingking, Palembang. Batu ini mirip bagian puncak bangunan candi atau stupa.

Batu berbentuk segiempat, berukuran 74 cm x 74 cm x 26 cm itu dalam posisi empat tingkat. Setiap sudutnya terdapat lubang sedalam 5 cm. Batu ini ditemukan sejumlah pekerja yang tengah merenovasi pemakaman Sabokingking, makam leluhur kerajaan Palembang (kerajaan sebelum Kesultanan Palembang Darussalam) di sungai Buah, Ilir Timur II, Palembang.

Menurut juru kunci makam Kemas Madinah Yahya (70), yang ditemui di rumahnya sekitar 100 meter dari makam, pada hari Selasa (31/10/2006) ketika sejumlah pekerja membuat lubang di belakang Pangeran Sido Ing Pasaeran atau di belakang bagian kepala Tuan Sayid Guru Muhammad Nur, tiba-tiba linggis mereka menyentuh benda keras. Saat dikorek secara perlahan ternyata sebuah batu.

Lalu, setelah berusaha selama dua hari, Rabu dan Kamis, batu tersebut akhirnya dapat diangkat. Lokasi ditemukan batu itu sendiri tetap dipasang kerangka besi untuk tiang penyanggah makam.

Menurut arkeolog dari Balai Arkeolog Palembang Retno Purwanti, yang sempat melihat batu tersebut, diperkirakan batu itu mirip bagian puncak bangunan candi atau stupa. Bila benar, itu artinya bagian penting dari peninggalan kerajaan Sriwijaya.

Apalagi diyakini bahwa pemakaman Sabokingking memang diduga dibuat di atas bangunan candi-candi peninggalan kerajaan Sriwijaya. "Tapi kita perlu melakukan penelitian yang dalam mengenai kebenaran batu tersebut," kata Retno. Sementara batu itu sendiri kini berada di dalam pemakaman Sabokingking.

Pada Rabu (1/11/2006) malam, Madinah bermimpi atau mendapatkan petunjuk dari Ratu Sinuhun, kerabat dekat Kesultanan Yogyakarta. "Saya dibisiki dalam bahasa Jawa halus, yang intinya batu tersebut boleh diangkat, tapi tidak boleh dibawa keluar dari makam dan harus diletakan di dekat makam Panglima Kiai Kibagus Abdurrachman," tutur Madinah.

Makam Sabokingking merupakan makam tertua para raja atau pangeran di Palembang . Di makam ini disembayamkan Pangeran Sido Ing Kenayan (1622-1630), Sido Ing Pasaeran atau Jamaluddin Mangkurat I (1630-1652), Ratu Sinuhun.

Sumber: Detik.com (dengan pengolahan seperlunya)


Dibaca : 2.943 kali.

Tuliskan komentar Anda !