Senin, 11 Mei 2026 |Tsulasa', 24 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini
:
4.745
Kemarin
:
31.622
Minggu kemarin
:
209.627
Bulan kemarin
:
15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
18 november 2008 02:25
Kepri Mesti Dapatkan Pengakuan Internasional
Bahasa Indonesia Berasal dari Bahasa Melayu Kepri
Tanjungpinang, Kepulauan Riau- Meskipun bahasa Indonesia disebutkan berasal dari bahasa Melayu, namun tidak ada penegasan Melayu yang dimaksudkan adalah Melayu Kepri. Karena itu, komponen masyarakat Kepri harus gencar mensosialisasikan bahasa Melayu yang dijadikan bahasa persatuan Indonesia berasal dari bahasa Melayu Kepri.
“Masyarakat Indonesia mengakui bahasa persatuan Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Bahasa Melayu yang mana, hingga kini belum ada pengakuan secara resmi. Kita harus minta pengakuan pihak luar, bahwa asal bahasa Melayu ditetapkan menjadi bahasa persatuan, berasal dari Kepri,” ujar Wakil Gubernur Kepri, Muhammad Sani, usai menghadiri dialog interaktif 200 tahun Raja Ali Haji di RRI Tanjungpinang, kemarin (14/11).
M. Sani menambahkan bahwa tokoh berjasa menjadikan bahasa Melayu menjadi bahasa Nasional adalah Raja Ali Haji. Tokoh, yang sejak 5 November 2004 lalu ditetapkan pemerintah menjadi Pahlawan Nasional. Tokoh ini pun mesti disosialisasikan mendapatkan pengakuan internasional berkat jasanya. Melalui buku karangan Raja Ali Haji dijadikan pedoman penyusunan bahasa Indonesia secara nasional, berasal dari Kitab Pengetahuan Bahasa, yaitu Kamus LogatMelayu-Johor-Pahang-Riau-Lingga penggal yang pertama, dijadikan kamus ekabahasa Nusantara.
Pengakuan diminta tak saja dari masyarakat Indonesia tetapi masyarakat internasional. Di beberapa seminar, dialog menghadirkan peserta luar negeri, Kepri telah mensosialisasikan asal bahasa Indonesia dari bahasa melayu Kepri.Terkait peringatan 200 tahun Raja Ali Haji, Wagub Sani mengatakan beberapa kegiatan dilakukan;, mengupas makna kata-kata pada Gurindam 12, dialog interaktif, Napak Nilas Raja Ali Haji, lomba baca Gurindam 12, ziarah ke makam Raja Ali Haji, seminar Tamaddun Melayu, dan puncaknya puncak peringatan 200 tahun Raja Ali Haji.(zek)