Senin, 24 Agustus 2026   |   Tsulasa', 10 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 1.707
Hari ini : 20.343
Kemarin : 20.558
Minggu kemarin : 178.006
Bulan kemarin : 11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

05 november 2007 03:59

Gelar Budaya Melayu Natuna di Yogyakarta

Gelar Budaya Melayu Natuna di Yogyakarta

Yogyakarta-MelayuOnline.com- Kesadaran masyarakat untuk menjaga warisan-warisan budaya semakin besar. Pada Minggu malam (4/11/2007), masyarakat Natuna, Kepulauan Riau, menggelar pentas Budaya Melayu di Gedung Serbaguna Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Di antara tujuan diadakannya acara tersebut adalah untuk memelihara warisan budaya Melayu di tengah masyarakat modern.

Hadir dalam acara Gelar Budaya Melayu Kabupaten Natuna Kepulauan Riau, diantaranya adalah Bupati Natuna, Drs. H. Daeng Rusnadi, M.Si. dan istri, wakil Bupati, Sekda, dan segenap pimpinan DPRD. Jumlah rombongan berjumlah sekitar 120 orang.  Dalam sambutannya yang penuh dengan canda dan tawa,  Bupati yang pernah menjadi guru di Gunung Kidul itu mengatakan bahwa tahun ini kabupaten Natuna menyumbangkan 21 trilyun rupiah untuk devisa pemerintah pusat (APBN). Hal ini menunjukkan peran signifikan kabupaten Natuna dalam bidang ekonomi bagi pemerintah Indonesia.

teater mendu

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Natuna juga mengatakan bahwa pemerintah daerah Kabupaten Natuna Kepulauan Riau tahun ini menyediakan beasiswa sebesar 10, 3 milyar Rupiah bagi mahasiswa asal Natuna di Yogyakarta. Perhatian pemerintah daerah dalam mendukung proses pendidikan putra-putra daerah layak diacungi jempol mengingat biaya pendidikan di tanah air saat ini masih cukup tinggi, dan jumlah SDM di daerah-daerah yang masih sangat kurang.

Acara Gelar Budaya Natuna tadi malam menjadi sarana terjalinnya komunikasi intensif antara mahasiswa dan masayarakat Natuna Kepulauan Riau dengan pejabat pemerintah daerah. Gairah pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali warisan seni dan budaya, terutama di Yogyakarta yang notabene kota budaya, disambut baik oleh mahasiswa dan masyarakat yang memang memiliki kesadaran tinggi untuk memelihara identitas kedaerahan melalui seni dan budaya.

Gelar Budaya Melayu Natuna yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat Melayu itu menampilkan tiga tari tradisional Melayu Natuna yang sangat atraktif, sebagaimana produk kesenian tari masyarakat nelayan yang bersifat dinamis. Pentas tari tersebut dilanjutkan dengan teater Mendu sebagai acara inti yang penuh dengan makna filosofis. (RI/brt/7/11-007)

Kredit foto : Koleksi Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu


Dibaca : 2.210 kali.

Tuliskan komentar Anda !