Close
 
Selasa, 18 Agustus 2026   |   Arbia', 4 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 3.759
Kemarin : 19.117
Minggu kemarin : 179.363
Bulan kemarin : 11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

06 november 2007 03:20

Pugar Istana Kadriah Perlu Sistem Keroyokan

Pugar Istana Kadriah Perlu Sistem Keroyokan

Pontianak-  DPRD Pontianak mendorong pemerintah kota melakukan lobi ke pemerintah pusat untuk mendapatkan sejumlah dana guna memugar Istana Kadriah secara keseluruhan.

“Mudah-mudahan proposalnya bisa diselesaikan secepat mungkin shingga kita bisa mendapatkan bantuan penganggaran untuk melakukan renovasi aset cagar budaya yang kita banggakan ini,” kata Anggota Komisi B DPRD Kota Pontianak M Arif, dihubungi kemarin (4/11).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera dari daerah pemilihan Pontianak Timur ini melanjutkan, dari pertemuan pihaknya dengan instansi terkait diketahui bahwa Pemkot Pontianak telah membuat maket renovasi istana secara keseluruhan dan akan dikirimkan ke pemerintah pusat dan Pemprov Kalbar untuk mendapatkan kucuran bantuan dana.

“Renovasi ini melibatkan tiga pihak karena istana termasuk cagar budaya, karenanya pemugarannya melibatkan pemerintah pusat, Pemprov Kalbar, dan Pemkot Pontianak sendiri,” ujarnya.

Arif yang juga tergabung dalam Panitia Anggaran DPRD Pontianak ini menyarankan kepada pemkot untuk terlebih dahulu menyediakan sejumlah dana di APBD 2008 untuk melakukan renovasi ringan dan bagian-bagian bangunan istana yang mendesak untuk segera dipugar.

“Ada beberapa tiang istana yang sudah keropos, dan itu perlu segera penanganannya. Sembari menunggu pendanaan pusat, pemkot bisa menganggarkan untuk melakukan rehab ringan tersebut pada APBD 2008,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Pemprov Kalbar Rihat Natsir Silalahi mengatakan akan membantu Pemkot Pontianak dalam melakukan pemugaran Istana Kadriah dalam APBD 2008.

“Bisa saja nanti pembiayaannya patungan, dan pihak kita telah mengusulkan untuk dianggarkan dalam APBD 2008. Yang pasti kita akan membantu mendatangkan arkeolog dalam pemugaran cagar budaya, termasuk Istana Kadriah dan keraton lainnya di Kalbar,” kata Rihat.

Menurutnya, pelibatan arkeolog dalam pemugaran sangat penting untuk menjaga keaslian bangunan tersebut. “Tidak bisa sembarangan memang dalam melakukan pemugaran. Tidak bisa memakai arsitek dari teknik sipil murni. Kontruksi dari cagar budaya tentunya berbeda dengan bangunan biasa dan itu perlu ditangani oleh orang yang benar-benar ahli di bidangnya,” ujarnya.

Sumber : www.pontianakpost.com
Kredit foto : www.borneo.com.au


Dibaca : 2.207 kali.

Tuliskan komentar Anda !