Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
14 mei 2007 07:57
48 Dubes Ikuti Ekspos Potensi Ekonomi Riau
Jakarta- Gubernur Riau Rusli Zaenal mempromosikan potensi perdagangan, investasi dan pariwisata dihadapan para duta besar negara sahabat. Empat belas jenis investasi ditawarkan. Dihadapan 48 Duta Besar negara sahabat, 21 assoiasi asing dan puluhan pengusaha Indonesia mempromosikan potensi perdagangan, investasi dan pariwisata. Kegiatan promosi ini bertajuk “Updates from the Region” diselenggarakan di Gedung Departemen Luar Negeri, Pejambon Jakarta, Kamis (10/5)
Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Menlu Hassan Wirajuda. Usai membuka “Updates from the Region” Menlu mengatakan, pihak Deplu akan terus menjembatani kegiatan semacam ini. “Kenapa Riau, ya karena secara geografis Riau punya potensi. Idenya memang dari Riau dan karena Riau yang paling siap melakukan ekspose, makanya Riau mendapat kesempatan pertama untuk menggelar kegiatan hari ini. Nantinya tentu kita juga akan memfasilitasi daerah-daerah lainnya,” kata Menlu.
Dikatakan Menlu, kegiatan semacam ini sangat positif dalam menindaklanjuti kesepahaman politik antar negara menjadi kesepahaman ekonomi dan bisnis. "Kalau kesepahaman politis sudah bisa diaplikasikan ke dalam kesepahaman ekonomi, maka hubungan kedua negara akan semakin erat," ujarnya.
Sedangkan Gubernur Riau (Gubri) Rusli Zaenal mengatakan, Pemprov Riau telah menerapkan pelayanan terpadu dalam perijinan investasi. Kebijakan ini, mendapat sambutan baik dari dunia usaha karena tidak menyebabkan ekonomi biaya tinggi.
“Di Riau tidak ada ekonomi biaya tinggi, kita telah berikan pelayanan terpadu dan telah mendapatkan sambutan yang baik dari dunia usaha,” kata Rusli. Menurut Rusli, letak geografis Riau sangat strategis sehingga cocok untuk investasi, baik lokal maupun asing. Hal itu bisa dilihat berdasar data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dimana pada 2005 investasi PMDN di Riau menduduki rangking pertama dan PMA rangking ketiga dengan total investasi Rp 10,32 T.
Sementara pada 2006, investasi PMDN dan PMA sama-sama menduduki rangking ketiga. Meski ada penurunan peringkat, tetapi kata Rusli, nilai potensi dan investasinya naik dua kali lipat dibanding tahun 2005. “Ini menujukkan Riau sampai hari ini masih menjadi salah satu daerah tujuan investasi,” katanya.
Dalam kegiatan “Updates from the Region” ini, Pemprov Riau menawarkan 14 jenis investasi kepada para investor. Antara lain sektor pariwisata, agribisnis, infrastruktur dan industri. Beberapa proyek yang ditawarkan yakni, pembangunan jalan kereta api, terminal kargo, Kawasan Industri di Dumai, Tanjung Buton dan Tenayan.
Dubes negara sahabat yang hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain HE. John T. Holms (Canada). Mr. Lee Sun-Jin (Korsel) Robesto Palmeri (Italia), Jean Breteche (Uni Eropa), Behrooz Kamalvandi (Iran) dan Pedro Gonzales Rubio S (Mexico).
Selain dubes negara sahabat, asosiasi asing maupun pengusaha Indonesia, juga tampak hadir Sekda Provinsi Riau HR Mambang Mit dan tiga bupati di Provinsi Riau, yaitu : Bupati Bengkalis Syamsurizal, Bupati Kampar Burhanuddin Husein, dan Bupati Pelalawan HT. Azmun Djafar.
Dalam Promosi potensi perdagangan tersebut, Dubes Korsel dan Dubes Pakistan menyatakan keinginannya untuk menanamkan investasi ke sektor perkeretaapian dan sektor listrik.
Sumber : www.riauterkini.com, www.riaupos.com (dengan pengolahan seperlunya) Kredit foto : www.riaupos.com