Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
27 november 2007 03:10
Pembangunan Bandara Internasional Sungai Siring Dimulai
Samarinda- Surat Perintah Kerja (SPK) Pembangunan Bandara Internasional Sungai Siring, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), akhirnya ditandatangani, Senin (26/11).
Penandatanganan dilakukan antara Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda Sulaiman Sade dan Direktur PT Nuansa Citra Realtindo (NCR) Bahtiar sebagai kontraktor, disaksikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Deaerah (DPRD) Kota Samarinda dan anggota Komisi III DPRD Samarinda, berlangsung di Rumah Dinas Walikota Samarinda Ahmad Amins.
"Terdapat 38 pasal yang harus ditaati, baik Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda maupun kontraktor, salah satunya menyangkut anggaran pembangunan sebesar Rp995 miliar," kata Sekretaris Kota Samarinda Fadli Ila kepada wartawan di Samarinda, Senin.
Pembangunan Bandara Sungai Siring yang dilaksanakan sejak 1984 oleh Departemen Perhubungan itu direncanakan sebagai pengganti Bandara Temindung yang letaknya di tengah kota, sehingga sudah tidak layak bagi keselamatan penerbangan. Namun hingga saat ini, realisasi pembangunannya baru tahap pematangan lahan atau sekitar 20%.
"Untuk pematangan lahan di runway (landasan pacu) sepanjang 210 kilometer harus dibagi dalam tiga segmen. Satu segmen, pengerjaannya sampai delapan bulan, belum lagi tahap pengaspalan," kata Fadli Ila.
Dipastikan, pembangunan Bandara Internasional Sungai Siring itu, tidak bisa digunakan pada pelaksanaan PON XVII tahun 2008, sebab dalam SPK itu, pengerjaannya dijadualkan rampung selama 28 bulan.
"Jelas tidak bisa. SPK efektifnya berlaku sejak ditandatangani dan kami harapkan rampung dua tahun kemudian, sementara PON berlangsung tahun depan," ungkapnya.
Ia menjelaskan, site plan pembangunan Bandara Sungai Siring berubah dari konsep awal, sehingga kata Sekkot Samarinda itu, anggaran yang ada pada SPK itu bisa berubah.
"Mengikuti trend bandara sesuai kebutuhan dan perkembangan teknologi, desain bandara diubah sehingga kemungkinan anggaran akan bertambah. Namun, hal itu akan dibicarakan lagi, jika terjadi perubahan sebab perjanjiannya masih sesuai kontrak lama," kata Fadli Ila.
Anggaran pembangunan Bandara Sungai Siring tersebut, bersumber dari APBD Samarinda sebesar 40 persen, sisanya dari APBD Provinsi Kaltim dan APBN serta pihak swasta.