Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
05 desember 2007 09:58
Indonesia Kehilangan 24 Pulau Kecil Akibat Gelombang Pasang
Freddy Numberi, Menteri Kelautan dan Perikanan RI.
Jakarta- Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi mengungkapkan, hingga saat ini sebanyak 24 pulau di Indonesia hilang akibat gelombang pasang, tsunami maupun ekploitasi dan abrasi.
Disela Peringatan Hari Pangan Sedunia Ke 27 di Way Halim Bandar Lampung, Rabu, dia mengatakan pulau-pulau yang hilang tersebut umumnya pulau-pulau kecil.
"Indonesia merupakan daerah yang rawan bencana alam dan gempa," katanya dalam kegiatan yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Pertanian, Perwakilan FAO dan sejumlah Kabinet Indonesia Bersatu.
Freddy mengemukakan, untuk menghindari dampak yang ditimbulkan bencana alam gempa atau gelombang pasang terhadap pulau-pulau kecil maka pemerintah daerah harus sejak dini melakukan mitigasi dan adaptasi.
Menurut dia, sejumlah wilayah yang memiliki pulau-pulau kecil akan mendapatkan prioritas untuk melakukan program mitigasi dan adaptasi bencana tersebut.
Beberapa wilayah itu seperti Jakarta Utara, Riau, Pantai Utara Pulau Jawa, Pulau-pulau kecil di kawasan Miangas Sulawesi Utara maupun Kawasan Indonesia Timur lainnya.
Menyinggung dampak pemanasan global terhadap sektor kelautan dan Perikanan, Freddy mengakui salah satu pengaruh yang muncul yakni gas karbon di muka bumi.
Menurut dia, sektor kelautan dan perikanan memiliki peran besar untuk mengurangi emisi gas karbon itu, yakni melalui pengembangan terumbu karang maupun padang lamun.
Saat ini, tambahnya, emisi gas karbon yang mampu diserap oleh terumbu karang dan padang lamun hanya sebesar 245,6 juta ton per tahun, karena banyaknya terumbu karang dan padang lamun yang rusak.
Padahal, jika kondisi terumbu karang direhabilitasi kembali maka jumlah emisi gas karbon yang bisa diserap meningkat menjadi 600-700 juta ton per tahun.
Freddy menuturkan, pemerintah mendapatkan sejumlah bantuan dana dari Bank Dunia maupun Bank Pembangunan Asia (ADB) sebanyak 60 juta dolar AS, untuk menyelamatkan terumbu karang di Indonesia.