Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
11 januari 2008 06:30
NU-Muhammadiyah Akhiri Perbedaan
Jakarta– Dua ormas Islam besar, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, sepakat mengakhiri perbedaan yang selama ini muncul.Salah satunya dengan mempererat kerja sama.
”Perlu kerja sama lebih banyak supaya ada interaksi dan integrasi antar jamaah masing-masing. Kita selama ini sudah semakin dekat,” jelas Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin saat menghadiri silaturahmi PBNU dan Muhammadiyah dalam rangka peringatan tahun baru Hijriyah di Gedung PBNU, Jakarta kemarin. Din mengungkapkan, selama ini di tingkat bawah sudah terjalin kerja sama yang baik seperti antara GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah serta badan otonom lain. Kerja sama juga dilakukan untuk menyinkronkan perbedaan hari raya.
”Ulama Lajnah Falakiyah NU dan Majlis Tarjih Muhammadiyah sudah bertemu untuk membahas bersama,” ungkap Din. Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi mengusulkan agar kedua ormas merancang syiar bersama untuk tahun baru Hijriyah tahun depan. ”Biar tidak talking only, walaupun bicara saja ada juga pahalanya,” paparnya. Kerja sama dua ormas ini, kata Hasyim, harus mencakup tiga hal, yaitu ibadah, hubungan antar manusia atau sosial, dan melestarikan alam.
Mengenai pertentangan di tingkat bawah yang masih ada, Hasyim meminta kerja sama terus dilakukan sambil memperhatikan hal itu. ”Muhammadiyah melihat NU seperti agama tersendiri, NU melihat Muhammadiyah seperti Islam yang lain, masih ada yang seperti itu. Sambil jalan kita tetap toleransi terhadap hal yang belum kondusif seperti itu,”ungkapnya. Dalam pertemuan itu, kedua ormas meminta Pemerintah Indonesia untuk melaksanakan semua agenda reformasi tanpa kecuali.