Close
 
Rabu, 20 Mei 2026   |   Khamis, 3 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 268
Hari ini : 11.495
Kemarin : 25.387
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

11 januari 2008 05:33

Sri Sultan: Indonesia Harus Berjalan Bersama Sejarah

Sri Sultan: Indonesia Harus Berjalan Bersama Sejarah

Yogyakarta- Indonesia tidak boleh meninggalkan sejarah melainkan harus berjalan bersama sejarah. Pemahaman pada sejarah akan menghindarkan bangsa ini dari perpecahan, pertikaian antargolongan, agama, dan suku.

Demikian ujar Sri Sultan Hamengku Buwono X ketika menerima Panitia Sarasehan Kebangsaan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) di Keraton Yogyakarta, Senin lalu. Ekayastra Unmada diketuai AM Putut Prabantoro dan didampingi Ketua Umum Pejuang Siliwangi Indonesia (PSI) Letjen TNI (purn) Kiki Syahnakri.

“Ketidaktahuan dari mana asal usul kita, sering kali membuat orang lupa jati diri. Kita bisa melihat banyak contoh di Indonesia. Jika kita memahami sejarah, kita tidak perlu bertengkar, merasa lebih tinggi, lebih besar ataupun lebih mayoritas,” ujar Sri Sultan.

Menurut Sultan, Indonesia akan menjadi bangsa yang besar jika rakyat memahai jati dirinya, asal usul, dan budayanya. Dengan demikian kesalahan masa lalu tak perlu diulangi lagi di masa sekarang dengan menojolkan diri sebagai kelompok mayoritas. Bhinneka Tunggal Ika untuk itu merupakan nilai bangsa yang tidak perlu ditawar dan dipertanyakan lagi.

Putut Prabantoro mengungkapkan, pihaknya akan menggelar sarasehan kebangsaan yang akan diadakan di Dewantara Convention Room, Kampus Kebangsaan UST Taman Siswa, Yogyakarta pada 15 Januari 2008. hal itu, sekaligus untuk memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional, 80 tahun Sumpah Pemuda, 10 tahun Reformasi, serta 60 tahun long march Siliwangi dari Yogya.

Ekayastra Unmada yang dimulai Agustus 2007 dimotori para wartawan lintas media yang terpanggil untuk membangun kembali keutuhan sendi-sendi kebangsaan, seperti yang dimimpikan para pendiri bangsa.

Sumber : www.sinarharapan.co.id
Kredit foto : www.ekatjiptafoundation.org


Dibaca : 2.107 kali.

Tuliskan komentar Anda !