Minggu, 19 April 2026 |Isnain, 2 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini
:
6.186
Kemarin
:
26.672
Minggu kemarin
:
249.242
Bulan kemarin
:
101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
25 januari 2008 04:47
Sudah Saatnya Wayang Kulit Masuk Dunia Animasi
Sydney- Kesenian wayang kulit sudah sepatutnya mulai masuk ke budaya film animasi dunia. Hal itu diungkapkan seniman Indonesia yang menetap di Sydney, Jumaadi, Kamis (24/1).
"Seharusnya wayang kita bisa masuk ke animasi dunia. Untuk itu, arts management kita harus diperkuat. Sudah saatnya kita membawa wayang kita ke dunia," katanya di sela acara penyerahan tiga karya lukis Charles Billich untuk Indonesia di Sydney, Australia.
Jumaadi yang dikenal luas kalangan pencinta seni maupun para pendidik dari ratusan sekolah di Australia sebagai pelukis dan pendongeng ini melihat wayang Indonesia belum menembus budaya film animasi padahal hal itu akan mengangkat dan semakin memperkaya warisan budaya Nusantara.
Seniman yang terkenal dengan julukan the Buffalo Boy yang juga pemimpin Rumah Budaya dan Wayang Dongeng Indonesia itu mengatakan Indonesia patut mengikuti jejak banyak negara maju, termasuk Australia, dalam membantu pengembangkan kreatifitas berkesenian rakyatnya.
Di Australia, terdapat dewan kesenian dan kementerian bidang seni dimana para seniman negara itu bisa mengajukan pendanaan sehingga mereka dapat mengembangkan kreatifitas berkesenian mereka dengan lebih baik, kata penerima penghargaan The Blake Prize 2007 dalam kategori emerging artists untuk karya lukis religinya berjudul Whisper itu.
Dalam konteks pengenalan dan pembangunan citra Indonesia di luar negeri, seniman asal Sidoarjo, Jawa Timur, yang mengajar masalah pemetaan memori di Sekolah Seni Nasional di Sydney itu melihat pentingnya Indonesia memiliki humas yang andal, termasuk para senimannya yang berkarya di luar negeri.
Sumber : Media Indonesia Kredit foto : www.chicagogamelan.org