Close
 
Jumat, 21 Agustus 2026   |   Sabtu, 7 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 99
Hari ini : 11.418
Kemarin : 22.852
Minggu kemarin : 179.363
Bulan kemarin : 11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

01 februari 2008 04:23

Amerika Serikat Siap Pasarkan Kerajinan Sumatera Selatan

Amerika Serikat Siap Pasarkan Kerajinan Sumatera Selatan

Palembang- Sumatera Selatan (Sumsel) boleh dibilang sekarang ini menjadi “target" para investor untuk menanamkan modalnya. Setidaknya, kemarin (31/1), Sean Stein, konsulat Amerika Serikat (AS) di Medan sudah menyatakan akan memasarkan produk kerajinan daerah ini. "Dari 10 provinsi di Sumatera hanya ada dua provinsi yang sudah memiliki visi dan misi sekaligus masalah kepastian hukum dan kemudahan usaha. Salah satunya Sumsel yang saat ini banyak menarik investor internasional," ujar Stein, konsulat Amerika Serikat di Medan saat acara Diseminasi Peluang dan Potensi Ekonomi Perdagangan, Investasi dan Wisata Kawasan Amerika dan Eropa, kemarin (31/1), di Hotel Aston Palembang.

Selama ini, pasar impor AS dari Sumsel fokus pada komoditas seperti ekspor udang, karet, kayu, minyak, dan minyak sawit. Tapi, tidak menutup kemungkinan berbagai bidang usaha lain. "Seperti produk-produk kerajinan Sumsel, kami siap pasarkan di swalayan AS," imbuhnya.

Diungkapkannya, perdagangan internasional Indonesia dengan AS selama ini sudah berjalan baik. Selama 2006 jumlahnya mencapai US$7,661 miliar atau lebih tinggi dari Korea yang hanya US$4,259 juta.

Ekspor ke AS dari Indonesia (impor, red) naik lebih dari 5 persen per tahun. Tetapi impor AS dari luar (ekspor, red) naik 10 persen pertahuan. Secara total nilai ekspor Indonesia ke AS mencapai US$2,204 miliar hingga 2006. Sementara barang-barang yang dimasukkan dari AS lebih besar mencapai US$4,3 juta.

"Secara keseluruhan kemudahan melakukan bisnis di Indonesia mengalami kenaikkan. 2006 lalu. Posisi Indonesia masuk di peringkat 140. Pada 2007 naik di peringkat 135 atau setingkat di bawah India," tuturnya.

Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Departemen Luar Negeri Eddi Hariyadhi menambahkan, sejak masa reformasi Indonesia menjadi incaran negara luar negeri. Indonesia dianggap mampu menciptakan transparansi serta sistem demokrasi yang baik. Saat ini, Indonesia dilihat oleh masyarakat intenasional seperti gadis cantik yang sedang dikejar-kajar.

"Ini penting menurut saya. Sejak reformasi, negara kita dilihat oleh masyarakat internasional sebagai sebuah negara yang luar biasa demokratis dan transparan. Mayoritas Islam terbesar di dunia ini ternyata dengan demokrasi ini bisa berjalan lancar yang selama ini mereka keliru memandang. Sebelumnya dipikir kalau muslim yang fundamentalis dan teroris dan segala macam. Ternyata, apa yang dilakukan Indonesia menggugah mata mereka," tuturnya.

Dengan kondisi inilah membuat dunia luar sangat tertarik dan berlomba-lomba mencari dan menawarkan kerja sama apa yang bisa dilakukan dengan Indonesia. Perdagangan Indonesia dengan AS hingga kuartal ketiga 2007 mencapai US$13,8 miliar. Sementara singapura US$33,37 miliar, Malaysia US$32,77 miliar dan Thailand US$22,82 miliar.

Ekspor Indonesia ke Hongaria tahun 2006 hanya 0,34 dari total impor Hongaria. Sementara Malaysia 1,37 persen demikian pula Singapura dan Filipina juga lebih tinggi," katanya.

Dipilihnya Palembang, menurut Eddi selain mempromosikan visit musi, masing-masing daerah di Sumsel ada potensinya. Oleh karena itu, potensi yang ada ini harus diangkat. Tidak lagi secara konvensional dengan mengirim bahan keluar negeri, tapi juga dengan membawa para Dubes kesini untuk melihat langsung potensi-potensi yang ada.

"Selain kita melakukan promosi keluar, kita ajak mereka untuk melihat langsung potensi yang ada di daerah. Dan perwakilan dubes ini nantinya akan laporan kepada pemerintahnya bahwa Indonesia sudah membuat kebijakan yang lebih baik. Adanya UU investasi yang baru yang melindungi investor dari sisi keamanan, kepastian hokum merupakan yang dicari investor," bebernya.

Diakuinya kalau Sumsel bisa punya potensi dan pihak luar negeri sangat open untuk melakukan kerjasama mulai dari perdagangan, industri, investasi dan pariwisata. "Tapi nanti dalam pembicaraan lanjutan akan ketahuan ketertarikannya mereka di mana. Saat ini mereka berbicara secara umum, menyerap informasi dan tahu potensi yang ada. Nanti baru fokus untuk investasi sektor apa saja misalnya untuk komoditi, pariwisata dan lainnya," pungkasnya.

Sumber : www.sumeks.co.id
Kredit foto : www.shalimarbali.com


Dibaca : 3.476 kali.

Tuliskan komentar Anda !