Rabu, 28 Oktober 2026   |   Khamis, 16 Jum. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 11.698
Kemarin : 9.404
Minggu kemarin : 0
Bulan kemarin : 45.610.426
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

28 mei 2007 08:19

Peterpan Berjaya di `Kampung` Melayu

Peterpan Berjaya di `Kampung` Melayu

Kuala Lumpur- Kenapa Peterpan sekarang tidak begitu meletup? Apakah kerana gosip? Benarkah Peterpan sekarang bergoyah sedikit? Apakah Titan menjadi saingan Peterpan? Itu cecaran pertanyaan wartawan Malaysia dalam acara jumpa pers menjelang peluncuran album Peterpan Hari Yang Cerah di Kuala Lumpur, Jumat (25/5) malam.

Inilah sensasi Peterpan. Band yang lahir di Bandung ini sengaja meluncurkan album di dua negara dalam sehari. Sabtu (26/5) dini hari mereka meluncurkan album produksi Musica Studio‘s di Ruums Bar & Club, yang terletak sekitar 200 meter dari menara kembar Petronas, KLIA, Kuala Lumpur. Selang 12 jam kemudian, tepatnya pukul 22.00, mereka lagi-lagi meluncurkan album di Bandung.

Di Malaysia, Peterpan bagaikan "anak emas". Ariel sebagai vokalis, Reza (drum), Uki (gitar), dan Loekman (gitar) menjadi superstar malam itu. Peterpan tidak hanya meluncurkan album, tetapi juga diresmikan sebagai ikon Channel X produk terbaru Celcom Berhad, salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Malaysia. Produk ini memungkinkan pengguna telepon seluler Celcom untuk menikmati lagu-lagu, klip video, wallpaper, dan screensaver dari Peterpan.

Ada alasan untuk dua aksi Peterpan tersebut. Album Peterpan di Malaysia selama ini laku sekitar 200.000 kopi. Setidaknya, menurut Edwin Tan, General Manager Suria Records, pengedar album Peterpan di Malaysia. Jumlah itu merupakan yang tertinggi dalam penjualan album artis Indonesia di Malaysia. Menurut Tan, angka penjualan 100.000 saat ini termasuk sulit dicapai untuk artis Malaysia sekalipun.

Tak mengherankan dalam peluncuran, banyak penggemar Peterpan sudah hafal lirik lagu dari album terbaru Hari Yang Cerah, seperti Menghapus Jejakmu. Ketika Peterpan membawakan lagu lama Tak Bisakah, sekitar seratus penonton yang kebanyakan remaja itu serentak bernyanyi: Tak bisakah kau menungguku, hingga nanti tetap menunggu.

Konser kecil, peluncuran album, serta peresmian Peterpan sebagai ikon produk Malaysia itu menjadi indikator bahwa Ariel dan kawan-kawan memang diterima publik negeri tetangga itu. Konser Peterpan dua tahun lalu di Stadium Merdeka, Kuala Lumpur, dibanjiri sampai lebih dari 20.000 penggemar.

"Saya suka Peterpan karena syair lagunya puitis, sederhana tetapi bermakna," ujar Siti Khairiyah MD Jamil (24) yang datang dari Choa Chu Kang, Singapura, bersama kawan-kawannnya untuk menonton Peterpan.

"Orang di sini suka Peterpan kerana vokalisnya handsome," kata Hamisma Hassan, wartawan Utusan Karya, Kuala Lumpur.

Media

Peterpan mendapat liputan luas media Malaysia. Dalam daftar hadir, tercatat 57 wartawan yang mengikuti jumpa pers. Mereka cukup detail dan tajam menyorot Peterpan, termasuk gosip yang diajukan wartawan Harian Metro, Ellyana Ali. Dia menyebut nama-nama yang dikaitkan vokalis Peterpan, Ariel. "Bukan hanya Luna Maya saja. Walau itu tidak ada buktinya he-he..," kata Ariel yang dalam jumpa pers tampil bersama seluruh awak band plus produser Musica Studio‘s Indrawati Wijaya serta Dato‘ Sri Shazalli Ramly, eksekutif dari Celcom yang memilih Peterpan sebagai Power Icon produk Channel X.

Wartawan Malaysia mempertanyakan mengapa Peterpan dan bukannya artis Malaysia dipilih sebagai ikon produk yang berbasis di Malaysia. "Tidakkah artis Malaysia akan merasa tersingkir?"

Peterpan, menurut Shazalli Ramly, sesuai dengan citra produk yang digariskan Celcom, yaitu kekuatan atau power dalam rumusan Celcom.

"Peterpan populer dan mempunyai pesona bagi anak muda Malaysia dan non-Malaysia. Mereka mempunyai pasar yang luas. Jadi, mereka (Paterpan) itu pilihan yang tepat," kata Ramly ketika diminta menjelaskan arti power itu.

Peterpan merupakan bagian dari fenomena popularitas band dan penyanyi Indonesia di Malaysia. Saat ini Nidji, Letto, Samsons, Ungu, Krisdayanti, Agnes Monika, sampai Rossa tengah digemari di Malaysia. Begitu juga Dewa, Padi, Slank, dan Sheila on 7 adalah bagian dari band Tanah Air yang menjadi bintang di negeri jiran. Peterpan dan para "anak band" itu berjaya di "kampung" Melayu di tengah gelombang industri musik global yang melanda negeri-negeri Melayu.

Sumber : Kompas.com


Dibaca : 6.424 kali.

Tuliskan komentar Anda !