Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
13 februari 2008 04:55
Dari Selangor ke Yogyakarta Membina Jalinan Persaudaraan Serumpun
Yogyakarta, MelayuOnline.com- Rencana MelayuOnline.com untuk menjalin kerjasama dengan beberapa universitas besar di Malaysia bak gayung bersambut. Satu per satu utusan dari beberapa universitas beken di Malaysia mengunjungi MelayuOnline.com untuk menjalin kerjasama budaya. Baru-baru ini telah disetujui nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bidang pendidikan dan pengembangan budaya Melayu antara Universiti Putra Malaysia (UPM) dengan Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM), lembaga induk MelayuOnline.com. Kerjasama-kerjasama serupa akan terus dilakukan, mengingat beberapa universitas besar di Malaysia memiliki bidang kajian dengan konsentrasi dan orientasi yang sama dengan MelayuOnline.com.
Beberapa bulan silam, tepatnya pada tanggal 5 Oktober 2007, Prof. Dr. Ding Choo Ming (Guru Besar Universiti Kebangsaan Malaysia, UKM) mengunjungi MelayuOnline.com, dan menyetujui hubungan kerjasama antara MelayuOnline.com dan Malaycivilization.com, sebuah portal dunia Melayu yang dikelola oleh Alam dan Tamadun Melayu (ATMA), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kerjasama tersebut telah mengorbitkan nama MelayuOnline.com di kalangan intelektual Malaysia, sekaligus mengundang beberapa pihak menawarkan kerjasama terutama dalam hal sharing data. Hubungan baik antara MelayuOnline.com dengan berbagai pihak di Malaysia didasarkan pada persamaan tekad untuk bersama-sama membangun kembali kegemilangan tamadun Melayu, sekaligus sebagai upaya untuk membina persatuan puak-puak Melayu di seluruh dunia yang telah terpecah-pecah dalam batas-batas politik, geografi, bahasa, dan agama.
Jalinan budaya antara MelayuOnline.com dengan ATMA dan UPM diharapkan menjadi sarana komunikasi yang dapat meredam kecurigaan-kecurigaan antara dua bangsa serumpun yang bersaudara. Pada level budaya, ternyata dua saudara serumpun ini tidak punya masalah. Namun bila ada pihak-pihak yang melihat persaudaraan ini dari kacamata politik, seperti pandangan bahwa “aku adalah orang Indonesia, dan engkau adalah orang Malaysia”, maka beberapa permasalahan muncul, karena masing-masing berbicara berdasarkan logika dan kepentingan politik.
Setidaknya kemesraan hubungan persaudaraan serumpun dapat dirasakan MelayuOnline.com saat melawat ke Malaysia, dan saat menerima kunjungan tamu-tamu dari Malaysia. Kalangan intelektual, budayawan, akademisi di Malaysia begitu apresiatif dan menyatakan dukungan penuh kepada MelayuOnline.com. Suatu apresiasi yang “berlebihan” dan di luar dugaan MelayuOnline.com sendiri. Apresiasi dan dukungan itulah yang membantu MelayuOnline.com berkembang lebih cepat dari yang diperkirakan.
Kehangatan dan kemesraan juga tampak saat rombongan Universiti Putra Malaysia (UPM) melawat ke BKPBM selama tiga hari. Hari pertama, Selasa (5/02/2008), kedatangan mereka disambut hangat oleh Mahyudin Al Mudra, SH., MM (Pemangku BKPBM/Pimpinan Umum MelayuOnline.com) bersama beberapa kru di sebuah rumah makan di utara kota Yogyakarta. Suasana begitu meriah. Lontaran-lontaran kata-kata bernada canda tidak pernah terputus. Terkadang kedua pihak melontarkan bahasa masing-masing yang dianggap lucu oleh yang lain. Hubungan yang cair menunjukkan kedekatan jalinan persaudaraan. Tidak terasa perjamuan malam itu berlangsung sampai larut malam. Kemudian, rombongan UPM dibawa keliling kota untuk menikmati indahnya malam Yogyakarta.
Sejenak para rombongan mencoba “keberuntungan” di alun-alun selatan dengan mencoba melewati bagian tengah antara dua beringin, yang oleh masyarakat Yogyakarta disebut “ringin kurung”, dengan mata tertutup. Sebagian masyarakat percaya bahwa siapapun yang berhasil menerobos antara dua beringin itu termasuk orang yang bernasib baik. Dari tujuh rombongan UPM dan tiga kru MelayuOnline.com, hanya dua orang yang berhasil menaklukkan tantangan itu. Yang lain nyasar ke kiri dan ke kanan. Adalah Mahyudin dan Sharifudin Yusop yang berhasil melewati tantangan tersebut, dan keduanya pun mengaku keturunan dari salah satu sultan Melayu, sehingga garis nasibnya cukup baik. Benarkah?
Pada malam ketiga, Kamis (7/02/2008), giliran rombongan UPM yang mentraktir beberapa kru MelayuOnline.com di sebuah rumah makan di pusat kota Yogyakarta. Dalam perjamuan itu kedua pihak banyak membicarakan kemungkinan-kemungkinan kunjungan balasan MelayuOnline.com ke UPM. Banyak hal yang dapat dilakukan secara bersama-sama. Diantaranya adalah menerbitkan kamus yang memuat kata-kata yang memiliki makna berbeda di masing-masing negara. Pemahaman makna sebuah kata terkadang menciptakan kesalahpahaman antara dua bangsa, sehingga hal itu perlu ditanggulangi. Di akhir perjamuan, Mahyudin memohon maaf apabila selama tiga hari itu terdapat kekurangan dalam penyambutan. Malam itu, layaknya adik dan kakak yang hendak berpisah. Cukup mengharukan.
Banyak sekali pekerjaan rumah, baik UPM maupun MelayuOnline.com, terkait dengan pemeliharaan dan pengembangan budaya Melayu yang harus diselesaikan. Sehingga, hubungan persaudaraan dan kerjasama budaya antara semua puak-puak Melayu mesti dijaga, ditingkatkan, dan diwujudkan dalam kegiatan-kegiatan kebudayaan yang positif dan bermanfaat bagi puak Melayu khususnya, dan manusia pada umumnya. (RI/brt/14/02-08)