Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
06 agustus 2007 07:19
Kota Pematang Siantar Akan Bangun Jalinan Kota Kembar dengan Jepang
Pematang Siantar- Pemerintah kota Pematang Siantar dalam waktu dekat mengundang utusan pemrintah Jepang untuk melihat secara langsung kondisi dan keberadaan kota berhawa sejuk ini sebagai langkah awal dalam upaya membangun jalinan hubungan kota kembar (Sister City) yang merupakan hasil kesepakatan dalam kunjungan rombongan Indonesia ke Jepang yang diprakarsai Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) medio Juli 2007 lalu.
Berdasarkan hasil pengamatan utusan Jepang tersebut nantinya Pemko P.Siantar melalui KBRI mengajukan proposal untuk ditindaklanjuti bidang apa yang dapat dibangun kerja sama antar Pematang Siantar dengan salah satu kota yang ada di Jepang, kata Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Pematang Siantar Drs Jhonson Simanjuntak di Tanjung Pinggir.
Dikatakannya, Walikota Ir RE Siahaan bersama Ny Walikota dan Dia ikut dalam kontingen Indonesia berjumlah 100 orang ke Jepang untuk meninjau pengelolaan kebersihan dan lingkungan hidup diprakarsai KLH.
Kota dikunjungi yaitu, Kyoto, Kitakhyusu dan Tokyo. Ketiganya merupakan kota besar dan sangat modern sehingga tak dapat dibandingkan dengan kota pintu gerbang daerah tujuan wisata, Parapat ini.
Malah kecanggihan teknologinya ibarat langit dan bumi hingga dapat dipastikan tak suatu apapun yang dapat diterapkan di kota ini. Soal pengelolaan sampah telah tertinggal jauh.
Di sana sampah masuk dalam industri canggih yang dikelola swasta secara proporsional sebagai pembangkit listrik dan sisanya direklamasi ke laut.
Jadi tak ada tempat pembuangan sampah, tidak ditemukan penyapu jalan. Kecanggihan teknologi didukung masyarakat yang memiliki disiplin serta kesadaran tinggi sehingga seluruh sampah telah terwadahi secara baik, jadi semuanya telah terpelihara dengan baik, timpalnya.
Menurut Jhonson Simanjuntak, selama 6 hari kunjungan tersebut sangat melelahkan dan benar-benar capek sehingga tak dapat ternikmati perjalanan ke negeri sakura tersebut.Sebab skidul dan jadwal perjalanan dikemas pihak Jepang sehingga nyaris tak ada celah untuk beristirahat dan belanja.
Rombongan yang telah diatur harus siap pukul 4 pagi dan kembali pukul 21.00 ke penginapan. Padahal toko-toko telah tutup pukul 20 kecuali pedagang makanan, dan esoknya harus melanjutkan perjalanan.
Begitu seterusnya hingga kembali ke tanah air sehingga nyaris semua rombongan mengeluh,timpalnya. Meski demikian perjalanan tersebut sungguh menambah wawasan dan pengetahun sehingga cukup penting diikuti.
P. Siantar sebagai kota yang telah 2 kali meraih piala Adipura baru pertama ini diikutkan. Padahal program KLH tersebut telah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Jhonson membenarkan keikutsertaan tersebut tak terlepas dari prestasi yang diraih.
Kepada Analisa disebutkan, kiranya hubungan kota kembar yang tengah diprakarsai dapoat terwujud sehingga berbagai kemajuan akan dapat dicapai.
Banyak kota di Jepang. Jadi kota mana yang cocok dijalin kerja sama masih disesuaikan dengan kondisi kota kita, imbuhnya mengakhiri.
Sumber : http://analisadaily.com/ Kredit foto : www.pematangsiantarkota.go.id