Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
18 februari 2008 07:44
SP Rida: Ini Sangat Berharga
Screenshoot website Dewan Kesenian Riau (DKR).
Pekanbaru- H Rida K Liamsi ditabalkan secara resmi sebagai penerima Anugerah Seni Dewan Kesenian Riau (DKR), malam tadi. Di depan namanya kini boleh menyandang gelar Seniman Perdana (SP). Bersama dia, juga ditabalkan tiga orang Seniman Pemangku Negeri (SPN), yaitu SPN Fakhrunnas MA Jabbar, SPN Masteven Romus, dan SPN Arman Rambah.
Helat puncak penyerahan Anugerah Seni DKR ke-4 2007 benar-benar meriah dengan tetap memegang nuansa kesakralannya. Untuk penerima SP diserahkan Sekdaprov Riau Drs HR Mambang Mit, mewakili Gubernur Riau HM Rusli Zainal dan SPN diserahkan penerima SP pertama Sutardji Calzoum Bachri. Penabalan seniman berdedikasi di Riau ini, juga ditandai dengan peluncuran website DKR, www.dewankesenianriau.com.
Gubri dalam sambutannya yang dibacakan Sekdaprov Riau mengatakan, Anugerah Julang Seni DKR 2007 merupakan sebuah implementasi dari Visi Riau 2020, yaitu ingin menjadikan Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara.
Ketua DPRD Riau drh. H. Chaidir, M,M mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan yang sudah rutin dilaksanakan. Inilah cara masyarakat Melayu memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para pelaku seni dan budaya. “Secara nasional kegiatan kebudayaan di Riau memang cukup menonjol,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum DKR Eddy Akhmad RM mengatakan, Visi Riau masih berada pada tataran konsep namun tidak memiliki pijakan yang kuat, tanpa arah dan target. Akhirnya, selama ini perwujudan visi itu terjebak pada kegiatan-kegiatan seremonial belaka. “Seni dan budaya Melayu yang ingin diwujudkan masih setakat tontonan dan belum sampai pada tahap tuntunan,” tegas Eddy.
Rida K Liamsi, penerima anugerah SP merasakan anugerah yang diterimanya itu sangat berharga bagi dirinya. Karena dengan anugerah tersebut memberikan sebuah tanda tentang perjalanan hidupnya sebagai seniman, meskipun sebenarnya orang berkarya bukan untuk mendapatkan penghargaan.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas anugerah ini. Bagi saya anugerah ini memberikan arti dan makna yang cukup besar bagi perjalanan hidup saya sebagai seorang seniman. Saya menghasilkan karya tidak berpikir untuk mendapatkan penghargaan atau anugerah, tetapi orang yang menghargai dengan sebuah anugerah,” ungkap Rida Ahad (17/2) malam, usai acara.
Menurut CEO Riau Pos Grup ini, sebagai seniman dirinya memiliki pandangan bahwa dengan adanya penghargaan ini, akan menjadi semacam semangat dan motivasi bagi para seniman untuk terus berupaya mengembangkan kreativitas berkesenian dan berkebudayaan.
Sedangkan penerima anugerah SPN (SPN) bidang sastra Fakhrunas MA Jabbar mengaku, tidak sedikitpun terbayangkan akan menerima anugerah itu. Baginya, menulis dan menulis dikarenakan hati nurani agar hidup lebih bermakna. “Saya lebih banyak menulis karena dorongan hati nurani dan bukan berharap untuk mendapatkan anugerah,” jelasnya.
Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri yang hadir malam tadi, pun memberikan apresiasi positif. Menurut putra kelahiran Rengat, Inhu ini, Anugerah Julang Seni DKR merupakan sesuatu yang sangat membanggakan dan perlu dipertahankan.
Maman S Mahayana, kritikus sastra UI pun berujar, bersyukurlah masyarakat Riau memiliki kebudayaan Melayu. Karena Melayu memang bermarwah. Daerah lain harus mencontoh apa yang telah dilakukan oleh Riau. Karena hanya Provinsi Riaulah yang rutinitas kebudayaan dan keseniaannya mendapatkan tempat yang layak. Jika ini dilaksanakan oleh seluruh daerah, maka bangsa ini mampu menghargaai dan menghormati kebudayaannya sendiri.
Sumber : www.riaupos.com Kredit foto : www.dewankesenianriau.com